Minggu 29 September 2019, 17:59 WIB

Industri Kosmetik Optimistis Capai Target Pertumbuhan 9%

Mohamad Farhan Zhuhri | Ekonomi
Industri Kosmetik Optimistis Capai Target Pertumbuhan 9%

AFP
Tumbuhan Agave Tequilana banyak dibudidayakan di Meksiko.

 

Industri kosmetik nasional terus mengalami pertumbuhan. Data Kementerian Perindustrian mencatat, pada 2017 pertumbuhannya mencapai 6,35%, dan 2018 naik menjadi 7,36% dan ditargetkan terus naik hingga 9% tahun ini.

Istimewanya, data yang membawa optimisme itu juga dibarengi fakta yang diungkapkan Datamonitor pada 2013 tentang Trend to Watch in Anti-Aging, yang menunjukkan 60% konsumen Indonesia menginginkan hasil instan dari produk kecantikan dan di saat yang sama, menuntut produk yang mengandung bahan-bahan alami, terutama tumbuhan.

Sayangnya, seperti yang diungkapkan Dirjen Industri Kimia Hilir Textil dan Aneka (IKHTA) Kementerian Perindustrian, Achmad Sigit, dalam kesempatan lain menyebutkan, saat ini industri kosmetik domestik baru memenuhi 25% marketshare nasional.

“Potensi pasar dan kecenderungan konsumen itulah, serta keinginan memperkuat posisi Indonesia dalam industri komestik, yang mendorong kami mengembangkan produk antipenuaan yang menggabungkan kedua elemen yang paling diinginkan konsumen Indonesia, yaitu berdaya kerja cepat dan sekaligus dibuat dari bahan-bahan alam," ujar Gunawan, Business and Admin Department Head Multicare Beauty Focus dalam peluncuran Skin Wonder, di Jakarta (22/9).

Monica Katrin, Associate Marketing Director, mengatakan produk berkategori instant firming dapat memenuhi hasrat menunda penuaan kulit yang dipicu pertambahan usia. "Namun, kebutuhan kosmetik itu juga dipicu penuaan yang datang terlalu awal akibat pengaruh genetik, hormon, ras, stres, paparan sinar matahari, polusi serta gaya hidup sehari-hari yang tidak sehat," ujar Monica.

Kendati diklaim berkhasiat instan, produk bioteknologi ini dibuat dari Hyaluronic acid+Algae, sejenis rumput laut dan sukulen Agave tequilana. Bahan aktifnya mampu mengurangi garis halus dan kerutan wajah hanya dalam waktu 5 menit setelah penggunaannya dengan menghidrasi kulit dan memperbaiki elastisitasnya.

Multicare yang kini berusia 31 tahun menerapkan konsep penjualan berjejaring serta tergabung dalam Konimex Group, perusahaan farmasi yang masuk dalam Top 75 Indonesia Living Legend Companies versi Majalah SWA Agustus 2019. 

Skin Wonder menjadi salah satu dari panjangnya daftar produk kosmetik yang melakukan registrasi ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM). "Pertumbuhan sektor kosmetik ditandai dengan banyaknya nomor izin edar yang dikeluarkan Badan POM. Setidaknya saat ini tercatat lebih dari 120 ribu nomor izin edar kosmetik yang kami keluarkan," ujar Kepala Badan POM Penny Kusumastuti Lukito, dalam acara berbeda. (X-16)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More