Minggu 29 September 2019, 15:04 WIB

Kekeringan, Pengedropan Air Bersih Berjalan Lancar di Klaten

Djoko Sardjono | Nusantara
Kekeringan, Pengedropan Air Bersih Berjalan Lancar di Klaten

MI/Djoko Sardjono
BPBD Klaten menyalurkan bantuan air bersih untuk warga di daerah kekeringan.

 

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, melaporkan kegiatan pengedropan air ke sejumlah daerah yang dilanda kekeringan berjalan lancar dan aman hingga menjelang akhir bulan ini.

Sementara itu, dampak kemarau membuat 17 desa di enam kecamatan mengalami krisis air. Hal ini terjadi sejak 27 Mei lalu, terutama di daerah lereng Gunung Merapi di Kecamatan Kemalang dan Jatinom.

Kepala BPBD Klaten, Sip Anwar, mengatakan untuk pelaksanaan kegiatan dropping air tidak ada kendala yang berarti hingga saat ini. Termasuk anggaran yang disediakan masih aman hingga musim hujan tiba.

Sejak 27 Mei sampai saat ini telah digelontorkan air bersih total sebanyak 517 tangki. Bantuan terbesar ke daerah kekeringan di Kecamatan Kemalang dan Jatinom, masing-masing 172 tangki dan 208 tangki.

Baca juga: Krisis Air Bersih Meluas di Klaten

Kekeringan di Kemalang melanda lima desa, yaitu Sidorejo, Kendalsari, Tlogowatu, Balerante, dan Tegalmulyo. Sedangkan di Jatinom, Desa Bandungan, Beteng, Socokangsi, dan Temuireng.

"Lima kecamatan lainnya yang juga terdampak kemarau, yaitu Kecamatan Karangnongko 1 desa, Kecamatan Karangdowo 2 desa, Kecamatan Cawas 1 desa dan Kecamatan Bayat 4 desa," imbuh Sip Anwar, Minggu (29/9).

Untuk kegiatan penanganan daerah kekeringan khususnya dropping air, BPBD Klaten 2019 mendapat anggaran sebesar Rp200 juta untuk 800 tangki. Realisasinya hingga saat ini baru mencapai 65% atau 517 tangki.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More