Minggu 29 September 2019, 13:15 WIB

Hutan De Djawatan Bikin Orang Korea Kepincut

Usman Afandi | Nusantara
Hutan De Djawatan Bikin Orang Korea Kepincut

ANTARA/Budi Candra Setya
Wisatawan menikmati suasane hutan trembesi di Djawatan, Benculuk, Banyuwangi, Jawa Timur.

 

LIBURAN akhir pekan ke ujung Timur Pulau Jawa, Banyuwangi, terasa ada yang kurang komplit jika Anda tidak menyempatkan mengunjungi hutan De Djawatan.

Seperti yang banyak diketahui publik, hutan yang dikenal dengan nama "Lord Of The Rings " itu menawarkan sejuta panorama keindahan alam yang asri, di tengah suasana padatnya perkotaan.

Dengan pohon trembesi menjulang tinggi ke langit, serta daun yang lebat itu, menjadi ciri khas tersendiri hutan De Djawatan.

Udara yang sejuk serta dikelilingi pepohonan, menjadi daya tarik bagi wisatawan yang tengah mengunjungi tempat itu.

Staf pegawai kawasan hutan Djawatan, Toni Bahtiar mengatakan lahan hutan De Djawatan ini dulunya merupakan lokasi penyimpanan kayu milik Perhutani.

"Keseluruhan hutan ini luasnya sekitar 12,4 hektare, Dulu kawasan ini milik perhutani digunakan sebagai  penyimpanan kayu," kata Toni, saat ditanya Media Indonesia.

Baca juga: Boneka Kucing Agus Berkeliling Nusantara

Menurut Toni, setiap libur akhir pekan, banyak kunjungan wisatawan yang datang. Mereka tidak hanya dari Banyuwangi dari daerah luar kota juga sangat banyak tak terkecuali mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Mereka semua penasaran untuk melihat panorama keindahan alam De Djawatan" Lord Of The Rings"

"Sekarang ini orang itu suka alam, apalagi pohon trembesi di sini lebat dibuat spot foto sangat bagus, Kebanyakan mereka di sini datang bawa bus rombongan, mereka bawa tikar makan bersama, seperti kemping," ungkapnya.

Dari pantauan Media Indonesia, di sekitar ada beberapa sport area yang dijadikan pengunjung untuk berfoto, baik sendiri maupun bersama keluarga.

Bukan hanya itu saja, De Djawatan juga ada wisata berkuda disediakan masyarakat untuk menjamu para pengunjung yang datang.

"Kami hanya menyediakan alam, untuk kuda itu dari inisiatif masyarakat sekitar, "kata dia.

Salah satu pengunjung asal Korea  Inwhan. Ia memilih mengunjungi Djawatan lantaran dirinya tertarik dengan lebatnya pohon trembesi.

"Tempat Ini sungguh sangat bagus, di Korea sangat jarang ditemui, saya suka tempat ini," kata Inwhan kepada Media Indonesia.

Inwhan mengatakan, selain dirinya memilih mengunjungi De Djawatan ia juga sempat mampir mengunjungi kawah Ijen dan dirinya ke Banyuwangi hanya beberapa malam sebelum pergi ke Pulau Bali untuk mengakhiri perjalanan di Indonesia.

Sebelumnya, kata Inwhan, dia juga sempat mengunjungi Yogyakarta Jawa Tengah, Surabaya Jawa Timur, dan Malang kemudian mampir ke Bumi Blambangan, Banyuwangi.

"Saya tahu Banyuwangi dari internet saya cari tau tempat-tempat yang bagus, kemudian saya datang ke sini. Ternyata sangat bagus. Saya akan kenalkan ini ke teman-teman saya di sana," tegasnya.

Hal yang sama juga dirasakan Diah, pengunjung asal Kediri Jawa Timur, ia sangat takjup dengan keindahan Djawatan. Menurutnya, lokasi ini benar-benar asli.

"Asli deh kayak di foto foto. Apalagi pohon di sini usianya ratusan tahun, besar-besar juga. Bagus deh pokoknya apalagi dibuat foto,," ungkapnya.

Sejak dialihfungsikan sebagai lokasi wisata pada 2016 lalu, sampai sekarang ini Pemkab Banyuwangi terus berbenah mengembangkan De Djawartan. Termasuk kebersihan tempat dan juga promosi pariwisata. Sehingga kunjungan wisatawan dari tahun ke tahun selalu ada peningkatan.

Djawatan sendiri terletak di Desa Cluring  Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, kurang lebih sekitar 30 menit jarak dari kota.

Untuk biaya masuk cukup dengan biaya Rp5 ribu per orang, parkir roda empat 5 ribu, sedangkan roda dua cukup Rp2 ribu saja.

Kalau untuk bus dihitung per orang. Dan untuk jadwal buka wisata De Djawatan di buka pukul 07:30 WIB sampai dengan pukul 17:30 WIB. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More