Minggu 29 September 2019, 13:00 WIB

Mugabe Akhirnya Dikebumikan di Desa

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Mugabe Akhirnya Dikebumikan di Desa

AFP/Jekesai NJIKIZANA
Proses pemakaman mantan Presiden Zimbabwe Robert Mugabe

 

JENAZAH mantan presiden Zimbabwe Robert Mugabe, Sabtu (28/9), dimakamkan dalam upacara sederhana di desanya setelah berminggu-minggu silang pendapat mengenai tempat peristirahatan terakhirnya.

Anggota keluarga melemparkan mawar putih ke dalam makam ketika peti mati pahlawan pembebasan, yang memerintah dengan tangan besi--terbungkus beludru biru tua, diturunkan ke tempat peristirahatan terakhirnya di halaman rumahnya di pedesaan sekitar 90 kilometer barat Harare.

Sebuah paduan suara anak laki-laki dari sekolah menengah Mugabe bernyanyi di latar belakang.

Pemakaman di Desa Kutama terlaksana setelah keluarga Mugabe akhirnya memilih menolak proposal pemerintah untuk memakamkan Mugabe di kompleks permakaman pahlawan nasional atau National Heroes Acre di ibu kota.

Baca juga: Robert Mugabe Akan Dimakamkan di Kampung Halaman

Mugabe meninggal di sebuah rumah sakit Singapura pada 6 September, di usia 95 tahun, hampir dua tahun setelah kudeta militer mengakhiri kekuasaan otokratisnya selama 37 tahun.

Ratusan pelayat berkumpul mengikuti proses pemakaman yang awalnya dijadwalkan sebagai acara keluarga pribadi.

Banyak yang memakai kaos putih berhias Mugabe dengan slogan "pendiri", "pembebas" dan "pembawa obor".

Beberapa bernyanyi dan menari. Yang lain duduk dalam diam di bawah dua tenda putih.

Janda Mugabe, Grace, dan anak-anaknya menemani peti mati. Berbalut busana warna hitam, mereka mengambil tempat di sebuah tenda VIP.

Kata-kata "DAD" dan "BABA", yang berarti "ayah" dalam bahasa Shona lokal tertulis dalam rangkaian bunga putih.

"Ini adalah pria yang memanfaatkan hadiah yang diberikan Tuhan. Pria ini adalah aset, dia bukan liabilitas," kata pendeta.

Tidak ada pejabat senior pemerintah yang hadir.

Sebuah makam sedianya sedang dibangun di situs di Harare yang diperuntukkan bagi para pahlawan perjuangan pembebasan Zimbabwe.

Namun pihak keluarga, Sabtu (28/9), mengatakan pesan Mugabe yang tidak ingin dimakamkan di sana.

"Apa yang kami lakukan adalah atas keinginannya," kata kakak perempuan Grace, Shuvai Gumbochuma, yang berbicara kepada pelayat di Shona.

"Dia (Mugabe) berkata dengan mulutnya sendiri bahwa dia tidak ingin dimakamkan di areal pahlawan," ujarnya. (AFP/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More