Minggu 29 September 2019, 12:15 WIB

Kuliner Indonesia Diperkenalkan di Bosnia

Patna Budi Utami | Internasional
Kuliner Indonesia Diperkenalkan di Bosnia

MI/Patna Budi Utami
Indonesia memperkenalkan mi rebus Medan kepada masyarakat Bosnia dan Herzegovina dalam Sarajevo Halal Fair 2019.

 

PEMERINTAH Indonesia terus berupaya memopulerkan kuliner Tanah Air di Bosnia dan Herzegovina. Kali ini, Kedutaan Besar RI di negara itu mengenalkan masakan negeri tercinta pada gelaran Halal Fair 2019 yang digelar pada 26-28 September lalu di Kota Sarajevo.

Pada Sarajevo Halal Fair yang kedua itu, Indonesia mengenalkan kuliner mi rebus Medan.

Berbeda dengan mi rebus lainnya, mi rebus Medan yang dikenalkan kepada para pengunjung dan peserta pameran itu merupakan mi berkuah kental dengan toping sea food dan telur rebus.

Promosi kuliner Indonesia tersebut dilakukan sekaligus dengan memperlihatkan cara pengolahannya oleh warga negara Indonesia yang sehari-hari gemar memasak, Dimas Tjahjono Drajat.

Baca juga: Wapres Bantah Bahas Papua di Sidang PBB

Pada Sarajevo Halal Fair 2018, stan Indonesia memperkenalkan nasi goreng dan sate ayam oleh Tomi Siswanto.

Seperti halnya pada Halal Fair terdahulu, kali ini, para pengunjung antusias mencicipi kuliner Indonesia yang dikenal kaya bumbu dan rempah-rempah.

Tidak mengherankan ketika selesai diolah, puluhan porsi mi Medan langsung habis dinikmati para pengunjung.

Para pengunjung yang mencicipi mi Medan terlihat terkesima setelah suapan pertama.

"Ini rasa baru bagi kami," kata salah seorang pengunjung yang mendapat kesempatan menikmati semangkuk mi rebus itu seperti dilaporkan wartawan Media Indonesia Patna Budi Utami dari Sarajevo.

Demikian halnya sang pengolah mi rebus. Ia mengaku tidak menyangka kuliner yang ditampilkannya mendapat respon positif dari masyarakat Bosnia.

"Mereka menyebut bumbu masakan saya sangat eksotis," kata Dimas di sela acara Sarajevo Halal Fair 2019.

Dengan apresiasi tersebut, lanjutnya, memberi semangat kepadanya untuk mengembangkan kuliner Indonesia di manapun.  

Ia menyebutkan, selain bumbu dasar seperti bawang merah dan bawang putih, rempah yang menjadi bumbu kuliner yang dimasaknya antara lain kapolaga, cengkeh, bunga lawang, dan kayu manis.

Ia juga mengatakan, makanan menjadi 'alat invasi' budaya satu negara di negara lain.

Menurutnya, untuk memperkenalkan sebuah negara atau bangsa, selain melalui bahasa, juga dapat dilakukan melalui makanan.

Sementara itu, stan Indonesia yang diisi Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Budapest - Hongaria yang meliputi lingkup Eropa timur termasuk Bosnia dan Herzegovina, mempromosikan produk-produk halal Tanah Air.  

Kali ini, ITPC mempromosikan aneka jenis beras, antara lain beras merah berkadar serat tinggi untuk diet dan beras dengan kandungan gula rendah untuk penderita diabetes.

Duta Besar RI untuk Bosnia dan Herzegovina Amelia Achmad Yani mengatakan Indonesia selalu mendapat undangan sebagai peserta Sarajevo Halal Fair dari Bosna Bank Internasional (BBI) sebagai penyelenggara.

Penyelenggaraan Halal Fair setiap tahun dibiayai Islamic Development Bank. Acara juga dihadiri pengusaha Indonesia asal Makassar, Halim Kalla. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More