Minggu 29 September 2019, 09:10 WIB

Pemerintah Bangun Dua Kawasan Ekonomi Khusus di Batam

M Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Pemerintah Bangun Dua Kawasan Ekonomi Khusus di Batam

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

 

PEMERINTAH akan membangun kawasan ekonomi khusus (KEK) di wilayah Batam, Provinsi Kepulauan Riau, untuk menarik minat investor. Langkah yang diambil ialah melalui pengembangan pariwisata.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution yang juga sebagai Ketua Dewan KEK, menyatakan, di Batam, pemerintah tengah mempersiapkan dua KEK.

“Sebagaimana arahan Presiden, kita sudah siap mengajukan dua KEK dan sebenarnya sudah dipersiapkan,” kata Darmin di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, kemarin.

Dua KEK itu ialah Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) Batam Aero Technic BAT dan KEK Nongsa Digital Park. Pada KEK MRO, kata Darmin, pemerintah akan bekerja sama dengan dua maskapai penerbangan nasional, yakni Lion Air dan Garuda Indonesia.

Dari kerja sama tersebut, nantinya akan dibangun sekolah setingkat sekolah menengah kejuruan (SMK) guna meningkatkan sumber daya manusia yang ahli di bidang aviasi.

“Kita mengharapkan perkembangan KEK MRO bisa berjalan cepat. Sekarang semua sudah siap, tinggal menunggu keluar PP (peraturan pemerintah)-nya,” ujar Darmin.

Lebih lanjut, pemerintah juga berencana menggandeng Hollywood dalam pembangunan KEK Nongsa Digital Park. Hollywood dikenal lantaran industri perfilm­an yang telah diakui dunia.

Dengan melibatkan Hollywood, Darmin mengharapkan kualitas SDM dan minat investor di Batam meningkat. Di sisi lain, sektor pendidikan juga diharapkan dapat terdongkrak.

“Kita berharap kehadiran KEK ini benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat, bukan hanya warga Batam, melainkan  juga seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Sebagai informasi, KEK ialah kawasan dengan batas tertentu yang mencangkup wilayah untuk menyelenggarakan fungsi perekonomian dan memperloeh fasilitas tertentu. KEK dikembangkan melalui wilayah yang memiliki potensi geoekonomi dan geostrategi untuk menampung kegiatan industri.

Sejauh ini, Indonesia telah memiliki 9 KEK, yaitu KEK Pariwisata Tanjung Lesung Banten, KEK Industri Sei Mangkei, Simalungun Sumatra Utara, KEK Industri Kota Palu, Sulawesi Tengah, dan KEK Industri Pulau Morotai, Sulawesi Utara.

Selain itu, ada juga KEK Industri Tanjung Api-api Banyuasin Sumatra Selatan, KEK Pariwisata Mandalika, Lombok Tengah, KEK Industri Maloy Batuta Trans-Kalimantan, dan KEK Arun Lhokseumawe, Aceh. (Mir/N-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More