Sabtu 28 September 2019, 22:19 WIB

Layak Terbang, Jemaah Haji Sakit mulai Dipulangkan

Sitria Hamid | Haji
Layak Terbang, Jemaah Haji Sakit mulai Dipulangkan

Media Center Haji
Pemulangan jamaah haji yang sakit

KANTOR Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah mulai memulangkan jemaah haji 2019 yang sakit dan dirawat di rumah sakit Arab Saudi (RSAS). Jemaah haji tersebut dinilai sudah layak terbang.

Konsul Haji Endang Djumali memyampaikan hal itu, di Jeddah, Sabtu (28/9).

"Sampai hari ini, Teknis Urusan Haji KUH KJRI Jeddah telah memulangkan tiga jemaah sakit," jelas Endang Djumali.

Menurut dia, ketiga jemaah haji itu diperbolehkan pulang atas rekomendasi Medif (Medical Informatian Form) dan dinilai layak terbang.

Endang menyebutkan, proses pemulangan jemaah haji tersebut dilakukan melalui maskapai penerbangan Garuda Indonesia dan Saudia Arabia Arlines. Karena, pemulangan jemaah yang masih menjalani perawatan pasca operasional haji menjadi bagian dari kontrak penerbangan.

Baca juga : Sukses, 2020 Zonasi Haji Dipertahankan

"Proses pemulangan ini bagian dari operasional pascahaji, tentu menjadi tanggung jawab negara yang sudah menjalin kontrak dengan maskapai. Sesuai Standar Pelayanan Minimal Haji, seluruh jemaah yang berangkat haji harus dipulangkan setelah selesai melaksanakan Ibadah haji," katanya.

Upaya yang dilakukan Teknis Urusan Haji KUH KJRI Jeddah, lanjut Endang Djumali, menjadi wujud kehadiran negara dalam upaya memulangkan seluruh jemaah yang masih ada di Saudi Arabia.

Ketiga jemaah yang sudah dipulangkan adalah Asrari Hadi Susanto Bin Pangi maskapai Garuda Indonesia, Iri Bin Karso dengan Maskapai Saudia, dan Hasnah Binti Duppa Solotang dengan Maskapai Garuda Indonesia.

Endang menambahkan, bahwa ada 59 jemaah yang dirawat setelah berakhirnya operasional haji 1440H/2019M. Dari jumlah itu, sebanyak 21 jemaah telah wafat dan telah dimakamkan di Madinah, Mekah, maupun Jeddah.

"Saat ini masih ada 35 jemaah haji Indonesia yang masih dirawat. Semoga mereka lekas sembuh dan bisa diterbangkan ke Indonesia," katanya lagi. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More