Sabtu 28 September 2019, 19:34 WIB

Menag : UU Pesantren Mampu Jaga Eksistensi Pesantren

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
Menag : UU Pesantren Mampu Jaga Eksistensi Pesantren

Antara/Puspa Perwitasari
Momen pengesahan RUU Pesantren menjadi UU pesantren

 

MENTERI Agaman Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, Undang-Undang Pesantren yang disahkan DPR pada 24 September lalu, akan mampu menjaga eksistensi pesantren di tengah perubahan zaman saat ini.

Menurutnya, pesantren tidak hanya sebatss lembaga pendidikan saja, tetapi juga berfungsi sebagai lembaga dakwah dan lembaga pemberdayaan masyarakat.

"Fungsinya (pesantren) sangat luas, sehingga Pemerintah tidak hanya cukup memberikan pengakuan saja, tapi juga harus memberikan afirmasi, sekaligus fasilitasi," ujar Lukman saat ditemui di Pondok Pesantren Asshidiqiyah, Jakarta, Sabtu (28/9).

Selain itu, Lukman menilai lahirnya UU Pesantren menjadi tantangan tersendiri bagi kaum santri dan dunia pesantren.

Baca juga : Menag Sebut UU Pesantren Jamin Independensi Pesantren

"Dengan diundang-undangkannya ini, maka tanggung jawab pesantren semakin besar untuk memenuhi ekspektasi masyarakat yang besar terhadap dunia pesantren. Jadi ini sekaligus tanggung jawab yang harus diemban baik-baik," tandasnya.

Sementara itu Sabtu (28/9) sore Menteri Agama hadir dalam salah satu rangkaian peringatan Hari Santri 2019 di Pondok Pesantren Asshidiqiyah. Pada tahun ini, perayaan Hari Santri menekankan bagaimana santri dapat memahami eksistensinya dalam menjaga tradisi yang ada.

"Tentu harapannya ini bisa menjadi sesuatu yang disumbangkan bagi masyarakat luas. Guna mewujudkan perdamaian dunia. Jadi isu perdamaian dunia itu menjadi tema khusus karena kita melihat itu yang jadi kebutuhan kita," jelasnya. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More