Sabtu 28 September 2019, 15:02 WIB

PLN Buka Posko Pelayanan di Wamena

M Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
PLN Buka Posko Pelayanan di Wamena

DOK.PLN
Petugas pln sedang mendata warga. Posko pelayanan didirikan guna melayani pengguna yang mengalami masalah gangguan jaringan.

 

PLN membuka posko pelayanan sementara di Jalan Yos Sudarso, Wamena pascaaksi massa, Senin (23/9) lalu. Posko pelayanan didirikan guna melayani pengguna yang mengalami masalah gangguan jaringan atau meteran akibat kejadian pekan lalu.

Pelanggan yang belum mendapatkan pasokan listrik dan memiliki masalah kelistrikan dianjurkan datang ke posko pelayanan yang beroperasi mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIT.

"Meski untuk sisi pelayanan masih terbatas, kami berusaha semaksimal mungkin untuk mengakomodir kebutuhan listrik masyarakat yang terdampak," ujar General Manager PLN UIWP2B, J. A. Ari Dartomo, dalam keterangan resmi yang diterima, Sabtu (28/9).

Sementara itu, PLN berhasil memulihkan 68% jaringan distribusi di Wamena empat hari pascakerusuhan. Hasilnya, 83 dari 142 gardu kembali beroperasi normal.

Baca juga: Ratusan Warga Sumbar di Wamena Minta Dipulangkan

Sedangkan hari ini, PLN fokus memperbaiki gardu di beberapa titik, seperti jl. Ahmad Yani, jl. Diponegoro, jl. Thamrin, jl. Pattimura, jl. Gatot Subroto, jl. Trikora dan jl. Pramuka.

Adapun dari perbaikan itu, 112 kms jaringan telah teraliri listrik dari total 180 kms. Ari menambahkan, fokus PLN saat ini ialah membenahi jaringan di beberapa lokasi secara bertahap.

Diketahui, Jumat (27/9) malam, beban puncak di Wamena mencapai 4,1 MW dengan daya mampu pembangkit sebesar 6 MW. Daya tersebut disokong oleh PLTMH Walesi, PLTH dan PLTD Sinagma.

Selain progress perbaikan dari sisi jaringan terus dikerjakan, PLN juga berupaya agar keandalan pembangkit tetap terjaga. Diharapkan selain kondisi Wamena semakin kondusif, sistem kelistrikan juga dapat segera pulih.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More