Sabtu 28 September 2019, 09:09 WIB

Surveyor Indonesia Beradaptasi di Era Industri 4.0

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Surveyor Indonesia Beradaptasi di Era Industri 4.0

Antara
Laboratorium uji pelumas PT Surveyor Indonesia di Leuwinutug, Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

 

PT Surveyor Indonesia (Persero) melangkah dalam bisnis berbasis digital sebagai bagian dari tranformasi korporasi dalam menghadapi perkembangan teknologi 4.0. Beradaptasi dengan teknologi informasi dan komunikasi merupakan cara menghadapi tantangan bisnis sekarang dan masa yang akan datang.

"Kami bertransformasi ke arah digital dengan memberikan leverage pada produk dan jasa dengan teknologi yang mendukung Revolusi Industri 4.0 seperti IoT (Internet Of Things), cloud computing dan penerapan keamanan cyber," ujar Direktur Utama PT Surveyor Indonesia (Persero), Dian M. Noer melalui keterangan resmi, Sabtu (28/9).

Ia mengatakan perseroan telah membangun laboratorium pelumas di Sentul yang dapat melakukan pengujian karakteristik fisika-kimia terlengkap dan pengujian parameter untuk kerja pelumas dengan teknologi terbaru.

Laboratorium itu dilengkapi dengan 25 peralatan uji fisika dan kimia, dua line engine dynamometer dengan kapasitas 250 horse power (HP) yang memiliki kecepatan operasional yang dapat dilakukan 24 jam, akurasi tinggi dan sudah kalibrasi pabrik.

Selain itu, kata dia, laboratorium itu juga dapat menguji pelumas dalam penggunaan guna membantu industri untuk mengetahui umur pemakaian pelumas. Kondisi bagian-bagian mesin yang berputar berupa Oil Condition Monitoring (OCM) juga dapat diketahui, sehingga perawatan dapat dilakukan secara efisien dan dapat meningkatkan produktivitas permesinan.

OCM dapat dilakukan pada permesinan untuk sektor pertambangan, transportasi darat, laut, dan udara, pembangkitan dan industri manufaktur.

"Surveyor Indonesia juga mengembangkan aplikasi IT dalam rangka otomasi produk jasa, di antaranya Data Master Online (DMO) untuk pekerjaan survey mineral batubara, sistem informasi verifikasi bahan bakar nabati B20, Sistem Informasi Cargo Monitoring BBM serta aplikasi Lab Pelumas. Sedangkan untuk fungsi pendukungnya Surveyor Indonesia melakukan pengembangan eOffice, Human Resources Information Services (HRIS) dan lainnya," jelas Dian.

Hingga Agustus perseroan mencapai pendapatan sebesar Rp842 miliar dengan laba sebelum pajak Rp130 miliar. Pendapatan tersebut terutama merupakan kontribusi dari sektor Migas dan Mineral Batubara.

baca juga: Pebisnis Apresiasi Penertiban Truk Kelebihan Muatan

Dalam menghadapi tantangan global, di usianya yang ke-28, Surveyor Indonesia menggandeng perusahaan global multinasional seperti Systra (Transportation) Siemens (Operation and maintainance), Airport D France untuk support kegiatan operasional Surveyor Indonesia baik di dalam maupun luar negeri.

"Surveyor Indonesia juga telah merambah ke pasar Asean yaitu dengan masuk ke Vietnam untuk kerjasama dengan Hang Long Cement anak perusahaan Semen Indonesia yang merupakan holding BUMN untuk semen," terang Dian. (OL-3)

 

Baca Juga

Istimewa/Kementan

Ekspor Sub Sektor Peternakan Meningkat di Tengah Pandemi Covid-19

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 06 April 2020, 12:12 WIB
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor Sub Sektor Peternakan pada Januari sampai Februari 2020 mencapai Rp1,7 triliun atau...
Antara/Aspriila Dwi Adha

Diterpa Covid-19, Optimisme Konsumen Terjaga Positif

👤Despian Nurhidayat 🕔Senin 06 April 2020, 12:05 WIB
Ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan tertahan akibat persepsi konsumen terhadap kondisi kegiatan usaha 6 bulan...
Istimewa/Kementan

KTNA Optimistis Panen Jagung Tahun Ini Melimpah

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 06 April 2020, 11:54 WIB
Secara nasional, ketersediaan jagung akan meningkat tajam seiring masa panen raya yang terus...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya