Jumat 27 September 2019, 23:45 WIB

MRT akan Menjangkau Ancol

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
MRT akan Menjangkau Ancol

MI/SUMARYANTO BRONTO
Moda Raya Terpadu (MRT) melintas.

 

Rute moda raya terpadu (MRT) Jakarta fase 2, yaitu Bundaran Hotel Indonesia (HI)-Kota akan diperpanjang dari Kota hingga ke Ancol Barat. Menurut Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar, rute itu dibangun sehubungan dengan adanya kebutuhan pembangunan depo MRT di Ancol Barat. Rute ini akan melintasi Kota, Mangga Dua, Gunung Sahari, Ancol, lalu berbelok ke Ancol Barat.

“Paling tidak, kita akan menambah lima stasiun yang dibangun, termasuk stasiun depo Ancol Barat. Dari Bundaran HI ke Kota ada 7 stasiun dan ditambah 5 stasiun lagi. Jadi, totalnya ada 12 stasiun,” ungkap William dalam Forum Jurnalis MRT Jakarta di Gedung Wisma Nusantara, Kamis (26/9).

Studi kelayakan untuk pembangunan rute fase 2B, kata William, sedang berlangsung saat ini. Jika studi itu sudah sudah selesai, pihaknya baru bisa mengetahui berapa anggaran tambahan yang diperlukan.

“Nanti kita komunikasikan kepada Pemprov DKI Jakarta dan pemerintah pusat untuk skema pendanaannya. Apakah memakai sistem direct landing seperti saat ini atau kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU),” papar William.

Untuk melanjutkan proyek MRT fase 2B ini, MRT Jakarta juga membutuhkan pembebasan lahan seluas 19 hektare untuk dijadikan area depo kereta sekaligus stasiun di Ancol Barat.

“Lahan itu dimiliki oleh swasta. Nanti yang akan membebaskan lahannya Pemprov DKI. Saya kurang tahu kapan akan dimulai. Namun, upaya sudah kita lakukan. Saya bertemu dengan korporasi itu dan mereka bersedia lahannya dibebaskan untuk MRT,” ungkapnya.

Rute fase 2B ini sebagian akan berada di bawah tanah dan sebagian berada di atas permukaan tanah.

“Yang jelas, dari Kota sampai Gunung Sahari kemungkinan besar akan berada di bawah tanah sebab di Gunung Sahari sudah gemuk dengan rute Trans-Jakarta,” pungkasnya.

Di sisi lain, pembangunan MRT fase 2 Bundaran HI-Kota sedang berlangsung. Pengerjaan yang sedang dilakukan ialah pembagunan gardu listrik bawah tanah di silang barat daya Monas. Di area itu pula nantinya dimulai penggalian struktur bawah tanah untuk menyambungkan terowongan ke HI serta menuju ke Kota. MRT Fase 2 ditargetkan bisa selesai pada 2024.

Kode QR

Pembayaran tiket MRT sebentar lagi bisa dilakukan melalui kode QR. Tujuannya mempermudah penumpang MRT dalam pembelian tiket. Karena itu, PT MRT Jakarta akan menjaring beberapa platform yang bergerak di sektor pembayaran digital melalui tender.

“Bulan ini sampai dengan bulan depan akan lelang serta ada tes untuk para platform itu,” kata William Sabandar.

Nantinya pembelian tiket dengan kode QR akan bisa dilakukan melalui aplikasi MRT Jakarta yang kini tengah difinalisasi.

Penumpang tinggal membuka menu aplikasi MRT: pilih pembelian tiket melalui kode QR lalu memilih stasiun keberangkatan dan tujuan. Setelah itu, akan keluar tarifnya dan menu pilihan pembayaran yang terdiri atas beberapa platform pembayaran digital.

“Setelah pembayaran, akan keluar kode QR yang bisa dipindai di gate khusus tiket kode QR. Nantinya kami juga akan mengadakan perangkat keras gate khusus tiket kode QR beserta perangkat lunaknya. Pembayaran dengan kode QR ditargetkan bisa dilakukan akhir bulan depan atau paling lambat akhir tahun ini,” ungkapnya. (J-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More