Jumat 27 September 2019, 21:10 WIB

Krisis Air Bersih di Tulungagung Meluas

Faishol Taselan | Nusantara
Krisis Air Bersih di Tulungagung Meluas

ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko
Petugas menyalurkan air bersih di Desa Kalibatur, Tulungagung, Jawa Timur.

 

KRISIS air bersih masih melanda sejumlah daerah di Jawa Timur. Di Tulunggagung, krisis air bersih makin meluas hingga mencapai 5 kecamatan yang sebelumnya pada Agustus hanya terdapat di 2 kecamatan.

"Untuk mengatasi krisis air bersih tersebut, pihak BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) setempat rutin melakukan droping air," kata Kepala BPBD Tulungagung Suroto di Surabaya, Jumat (27/9).

Dari data BPBD Jatim pada Agustus lalu hanya 5 desa di 2 kecamatan, yakni Desa Kalibatur, Karangtalun, Banyu Urip, dan Desa Winong Kecamatan Kalidawir, serta Desa Besuki, Kecamatan Besuki.

Adapun pada bulan ini, krisis air bersih meluas, yakni di 10 desa di 5 kecamatan. Yakni Kecamatan Kalidawir, Besuki, Pucanglaban, Tanggunggunung, dan Kecamatan Pagerwojo, sedangkan yang terparah di wilayah Kecamatan Kalidawir yang tersebar di 14 dusun di 4 desa.

"Bahkan di Kecamatan Pagerwojo, Desa Kradenan, yang tidak pernah mengalami krisis air bersih kini juga telah mengalami krisis air
bersih," kata Suroto.


Baca juga: Kalsel Naikkan Status Tanggap Darurat Karhutla


Untuk memenuhi kebutuhan warga, terutama untuk masak dan air minum, pihak BPBD Tulungagung telah melakukan droping air bersih terhadap wilayah yang mengalami krisis air bersih.

"Bantuan air bersih ini, akan terus dilakukan hingga musim penghujan yang diperkirakan baru awal November," katanya.

Bantuan air bersih yang disalurkan di Desa Winong Kecamatan Kalidawir, disambut gembira oleh ratusan kepala keluarga, karena jika tidak ada bantuan air bersih dari pemerintah setempat terpaksa harus membeli seharga Rp15 ribu per drum berisi 120 liter dan 1 drum hanya cukup untuk sehari.

Sedangkan untuk keperluan mandi dan cuci, warga terpaksa harus memanfaatkan sisa air sungai yang juga telah mengering. Krisis air yang terjadi di Desa Winong ini dirasakan oleh warga di 6 dusun, karena sumber air yang di kelola oleh hipam setempat tidak mengalir lagi.

Bahkan, air dari hipam tersebut saat ini tidak hanya untuk memenuhi warga saja, tapi juga digunakan dipeternakan ayam sehingga kebutuhan air bersih juga meningkat. (OL-1)

Baca Juga

Antara/Adeng Bustomi

Lima Perbatasan di Tasikmalaya Tetap Dijaga TNI dan Polri

👤Kristiadi 🕔Minggu 31 Mei 2020, 18:20 WIB
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya telah memutuskan untuk menerapkan kenormalan baru pada 2 Juni...
Antara/Budi Candra Setya

Pedagang Pasar Atas dan Pasar Antri Jalani Rapid Test

👤Depi Gunawan 🕔Minggu 31 Mei 2020, 18:10 WIB
Pemkot Cimahi mengadakan rapid test terhadap 200 pedagang Pasar Atas dan Pasar Antri untuk memetakan dan melacak penyebaran virus...
MI/Yusuf Riaman

Lebaran Topat Lokasi Wisata Lombok Barat Sepi

👤Yusuf Riaman 🕔Minggu 31 Mei 2020, 17:43 WIB
Pemerintah Kabupaten Lombok Barat merasa lega karena masyarakat patuh tidak mendatangi sejumlah lokasi wisata pada even Lebaran Topat yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya