Jumat 27 September 2019, 20:22 WIB

Kebijakan Ganjil-Genap Perbaiki Kualitas Udara Jakarta

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Kebijakan Ganjil-Genap Perbaiki Kualitas Udara Jakarta

MI/Saskia Anindya Putri
Kebijakan ganjil-genap di sejumlah ruas jalan di Jakarta

 

PERLUASAN pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap yang diujicoba sejak 12 Agustus sampai Jumat (6/9) dan telah berlaku efektif sejak Senin, (9/9) terbukti efektif memperbaiki kualitas udara di Ibukota.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih mengungkapkan, berdasarkan data pemantauan dari tiga Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU) di lokasi yang beririsan dengan penerapan perluasan ganjil genap, didapati data yang menunjukan perbaikan kualitas udara.

Ketiga SPKU tersebut, ungkap Andono, yaitu SPKU Bundaran Hotel Indonesia, SPKU Kelapa Gading dan SPKU Mobile yang diletakkan di Jalan Suryopranoto, Gambir, Jakarta Pusat.

“Hasilnya konsisten. Kebijakan ini berdampak positif memperbaiki kualitas udara, jika dibandingkan dengan baseline data kualitas udara sebelum kebijakan perluasan," ungkap Andono dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/9).

Baca juga : Pelanggar Ganjil-Genap Nihil di Dua Titik

Dia memaparkan, berdasarkan data SPKU Bundaran Hotel Indonesia selama sebulan pemberlakuan perluasan ganjil genap dengan periode pengukuran 12 Agustus-13 September 2019 terjadi penurunan rata-rata kosentrasi polutan jenis PM 2.5 sebesar 8,93%.

Padahal, sebulan sebelum kebijakan perluasan ganjil genap pada periode pemantauan 8 Juli-9 Agustus 2019, rata-rata konsentrasi polutan jenis PM 2.5 mencapai 64,21 ug/m3.

“Setelah perluasan, rata-rata konsentrasi PM 2.5 turun menjadi 58,48 ug/m3,” ungkap Andono.

Di SPKU Kelapa Gading juga terpantau terjadi penurunan rata-rata konsentrasi polutan jenis PM 2.5 mencapai 11,80% dari sebelumnya rata-rata konsentrasi PM 2.5 mencapai 56,75 ug/m3 turun menjadi 50,5 ug/m3.

Sedangkan berdasarkan pantauan SPKU Mobile yang secara khusus diletakkan di Jalan Suryopranoto yang jadi salah satu ruas tambahan penerapan kebijakan peluasan ganjil genap, terpantau terjadi penurunan rata-rata konsentrasi PM 2.5 mencapai 16,47%, sebelumnya rata-rata konsentrasi PM 2.5 mencapai 61,31 ug/m3 turun menjadi hanya 51,21 ug/m3.(OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More