Jumat 27 September 2019, 18:25 WIB

Penguatkan KPK Harus Dilakukan Secara Kelembagaan Negara

Mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Penguatkan KPK Harus Dilakukan Secara Kelembagaan Negara

istimewa
Politkus NasDem Teuku Taufiqulhadi, (kiri), Peneliti ICW Kurnia Ramadana (kedua dari kiri), dan aktivis Madun Hariadi (kanan)

 

ANGGOTA DPR RI dari Fraksi NasDem Teuku Taufiqulhadi menyatakan langkah parlemen mengesahkan revisi UU KPK merupakan hal tepat dan benar. Menurutnya, itu merupakan upaya untuk memperbaiki dan menguatkan KPK secara kelembagaan negara, bukan melemahkan.

"Yang mengatakan KPK sudah dilemahkan adalah sebuah upaya provokasi yang menyesatkan," katanya dalam forum diskusi bertema "KPK Dibajak ???" di Gedung Joang 45 Jakarta, Jumat (27/9). Acara itu dihadiri ratusan peserta yang sebagian besar para mahasiswa dari berbagai kampus se-Jabodetabek.

Baca juga: Keponakan Prabowo Dilarang Baca Doa saat Sidang Akhir MPR

Madun Hariadi yang juga Ketua Gerakan Penyelamat Harta Negara Republik Indonesia menambahkan, KPK sudah melenceng dari tujuan awalnya terbentuk. Menurut dia, banyak oknum yang bertindak seperti perampok dengan menggunakan fasilitas negara.

Ia mencontohkan perihal merampas harta orang atau aset orang tanpa ada kejelasan. Misalnya OTT (operasi tangkap tangan) yang dilakukan kepada bupati. Bupati sejatinya tidak sendiri saat melakukan korupsi, dan melibatkan berbagai kepala dinas.

"Nanti kepala dinas diperiksa kemudian banyak aset-aset yang disita tanpa sepengetahuan publik, tapi yang di-blow up itu hanya proses OTT bupati-nya saja. Padahal dalam proses itu kan banyak saksi. Jadi saya melihatnya (KPK) sudah kritis," ujar aktivis antikorupsi tersebut.   

Sementaran itu, Kurnia Ramadana dari Indonesia Corruption Watch (ICW) menyatakan ketidaksetujuannya terhadap revisi UU KPK. Adapun hal-hal yang menjadi catatan ICW ialah pembentukan Dewan Pengawas, pengaturan mengenai penyadapan, diberikannya kewenangan SP3, serta mengenai status kepegawaian di KPK. (*/A-5)

Baca Juga

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.

Esktraidisi Maria Sekedar Tutupi Kegagalan Atas Djoko Tjandra

👤Dhika kusuma winata 🕔Kamis 09 Juli 2020, 15:58 WIB
Penangkapan buronan Maria Pauline Lumowa dari Serbia menutupi rasa malu Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly atas bobolnya buronan Djoko...
MI/MOHAMMAD IRFAN

Bersidang di Mahkamah Konstitusi Sambil Kuliah

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 09 Juli 2020, 15:55 WIB
Para pemohon yang sebagian merupakan mahasiswa keberatan dengan perpres tentang penaikan tarif BPJS Kesehatan yang terbit hanya dua bulan...
ANTARA/RENO ESNIR

Jaksa Pilih tak Hadirkan Sekjen PDIP di Sidang Suap KPU

👤Rifaldi Putra Irianto 🕔Kamis 09 Juli 2020, 15:20 WIB
Bukan berarti JPU KPK sudah menyimpulkan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto tidak ada kaitannya dengan terdakwa Wahyu...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya