Jumat 27 September 2019, 13:57 WIB

Aliansi BEM Tolak Bertemu Jokowi di Istana

Akmal Fauzi | Politik dan Hukum
Aliansi BEM Tolak Bertemu Jokowi di Istana

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia melakukan aksi unjuk rasa di depan kompleks Parlemen, Senayan

 

ALIANSI Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh Indonesia menolak bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (27/9). Mereka meminta pertemuan dengan Jokowi dilakukan terbuka agar bisa disaksikan publik.

"Kami ingin pertemuan secara terbuka dan dapat disaksikan langsung oleh publik melalui kanal televisi nasional," kata Koordinator Pusat Aliansi BEM seluruh Indonesia Muhammad Nurdiyansyah dalam keterangan tertulis, Jumat (27/9).

Menurutnya, tuntutan mahasiswa telah disampaikan secara jelas di berbagai aksi maupun media. Saat ini, kata dia, yang dibutuhkan bukanlah sebuah pertemuan penuh negosiasi, tetapi sikap tegas Jokowi terhadap tuntutan mahasiswa.

"Secara sederhana, tuntutan kami tak pernah tertuju pada pertemuan, melainkan tujuan kami adalah Bapak Presiden memenuhi tuntutan," ujarnya.

Baca juga: Besok, Jokowi Bertemu Perwakilan Mahasiswa

Dia mengaku belajar dari pertemuan BEM seluruh Indonesia dengan Jokowi empat tahun lalu di Istana, yang justru membuat gerakan mahasiswa menjadi terpecah belah.

"Kami belajar dari proses ini dan tidak ingin menjadi alat permainan penguasa yang sedang krisis legitimasi publik, sehingga akhirnya melupakan substansi terkait beberapa tuntutan aksi yang diajukan," jelasnya.

Presiden Jokowi sebelumnya mengatakan berencana bertemu dengan mahasiswa pada hari ini. Pernyataan Kepala Negara itu keluar usai bertemu dengan puluhan tokoh nasional di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin.

"Besok kami akan bertemu dengan mahasiswa, terutama yang dari BEM," kata Jokowi, kemarin.

Jokowi menghargai aksi demonstrasi yang dilakukan ribuan mahasiswa di sejumlah daerah, termasuk di Gedung MPR/DPR, Jakarta. Menurutnya, aksi turun ke jalan yang dilakukan para mahasiswa sebuah bentuk demokrasi di Indonesia.(OL-5)

Baca Juga

MI/Susanto

Ketua Komisi I Desak Pemerintah Lindungi WNI di AS

👤Antara 🕔Minggu 31 Mei 2020, 17:33 WIB
Dia meminta perwakilan pemerintah RI di AS untuk menghubungi WNI yang ada di sana secara acak untuk memastikan kondisi keamanan mereka...
MI/Andri Widiyanto

Ada Ganjalan Hukum dan Politis dalam Penunjukkan Dirut Baru TVRI

👤Ihfa Firdausya 🕔Minggu 31 Mei 2020, 17:03 WIB
Komisi I DPR RI menilai keputusan Dewan Pengawas (Dewas) Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI melantik dirut baru meninggalkan beberapa...
Ist/DPR

Kembali Sekolah Saat Covid-19, Netty Heryawan: Jangan Dipaksakan

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 31 Mei 2020, 14:34 WIB
Sementara itu, jumlah anak yang meninggal dunia dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 berjumlah 129 orang dari 3.324 anak...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya