Jumat 27 September 2019, 08:59 WIB

AS Kirim 200 Tentara dan Pertahanan Rudal ke Arab Saudi

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
AS Kirim 200 Tentara dan Pertahanan Rudal ke Arab Saudi

AFP/Alex Wong
Menteri Pertahanan AS Mark Esper

 

MENTERI Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper mengumumkan Washington akan mengerahkan 200 tentara ke Arab Saudi untuk memperkuat pertahanan kerajaan.

Pengerahan itu bersamaan dengan pengiriman rudal patriot untuk membantu pertahanan udara negara itu setelah serangan terhadap instalasi minyak Saudi yang ditudingkan kepada Iran.

"Mengingat serangan baru-baru ini terhadap Kerajaan Arab Saudi, dan atas undangan mereka, Menteri Pertahanan Mark T. Esper hari ini mengumumkan AS akan mengerahkan peralatan-peralatan berikut ini ke kerajaan: satu baterai Patriot, empat radar Sentinel, sekitar 200 dukungan personel," ujar juru bicara Pentagon, Jonathan Hoffman.

Keputusan itu diambil seminggu setelah Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo yakin AS akan mengangkat masalah ini selama pertemuan Majelis Umum PBB di New York minggu ini.

Baca juga: Serangan Kilang Minyak Saudi Aksi Perang Iran

AS semakin menuding Iran atas serangan terhadap fasilitas minyak Aramco di Saudi timur yang memangkas produksi minyak kerajaan. Serangan-serangan itu telah diklaim oleh pemberontak Houthi di Yaman yang didukung oleh Teheran.

Namun Iran membantah terlibat dalam serangan itu, ketika ketegangan regional meningkat di tengah spekulasi pembalasan dari AS dan sekutunya.

"Penempatan pasukan ini akan menambah pertahanan udara dan rudal kerajaan atas infrastruktur militer dan sipil yang kritis. Penempatan ini menambah kehadiran pasukan AS yang sudah signifikan di kawasan itu," kata Hoffman.

"Penting untuk dicatat bahwa langkah-langkah ini merupakan demonstrasi komitmen kami kepada mitra regional, dan keamanan serta stabilitas di Timur Tengah," tandasnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More