Jumat 27 September 2019, 07:03 WIB

Robert Mugabe Akan Dimakamkan di Kampung Halaman

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Robert Mugabe Akan Dimakamkan di Kampung Halaman

AFP
Ratusan orang menyaksikan peti berselimut bendera Zimbabwe yang di dalamnya ada jenazah mantan Presiden Robert Mugabe.

 

PEMERINTAH Zimbabwe akhirnya mengumumkan, mantan Presiden Robert Mugabe akan dimakamkan di desanya di Zvimba seperti yang diminta oleh keluarganya. Pemerintah mengatakan keluarga mantan pemimpin yang meninggal di Singapura pada 6 September dalam usia 95 tahun, telah menyatakan keinginannya untuk melanjutkan prosesi pemakamannya di Zvimba.

"Pemerintah bekerja sama dengan keluarga Mugabe dalam posisi baru mereka," kata juru bicara pemerintah Nick Mangwana dalam sebuah pernyataan, Kamis (26/9).

Ketegangan sempat terjadi setelah pemerintah mengusulkan pemakaman di National Heroes Acre, sementara keluarga bersikeras pada upacara pribadi di wisma Mugabe.

Pemerintah tidak menyatakan tanggal penguburan, tetapi semua dukungan yang diperlukan akan diberikan, untuk memberikan pemakaman yang pantas kepada mantan presiden yang dipimpin oleh keluarga.

Keluarga hingga kini belum bisa memberikan komentar tentang pemakaman Mugabe. Tetapi seorang rekan keluarga dekat dan beberapa media swasta setempat mengatakan pemakaman akan berlangsung pada Sabtu.

"Saya hanya mengetahui jenazah akan berada di Zvimba hari ini untuk dimakamkan pada hari Sabtu," kata seorang sumber yang dekat dengan keluarga Mugabe kepada AFP.

baca juga: Wapres Bahas SDGs, Krisis Kemanusiaan dan Kopi di Sela Sidang PBB

Mantan pemimpin gerilya, yang berkuasa di akhir kekuasaan minoritas kulit putih pada 1980 dan memerintah Zimbabwe tanpa gangguan selama 37 tahun dan tujuh bulan, meninggal karena kanker prostat. Dia digulingkan pada November 2017 dalam kudeta yang didukung militer, mengakhiri aturan tangan besi yang ditandai oleh penindasan politik dan kehancuran ekonomi. Kesehatan Mugabe memburuk dengan cepat setelah kudeta. Dan dia melakukan perjalanan rutin ke Singapura untuk menjani perawatan. (OL-3)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More