Jumat 27 September 2019, 06:20 WIB

Oligarki Partai Telanjang Dipertontonkan

(LN/N-2) | Nusantara
Oligarki Partai Telanjang Dipertontonkan

MI/ Lina Herlina
Akbar Faizal, politikus NasDem, dalam promosi doktornya di Universitas Negeri Makassar, Sulawesi Selatan,

 

OLIGARKI belum hilang dan belum melemah meski Orde Baru sudah runtuh. Pada era reformasi, kekuasaan politik di tangan sekelompok orang dan golongan justru semakin meluas dan mengakar ke dalam sendi kehidupan politik bangsa.

"Berdasarkan analisis terhadap proses rekrutmen politik, berupa pengisian jabatan publik oleh ketua umum atau dewan pimpinan pusat, menunjukkan bahwa oligarki partai makin menguat dan meluas. Ada empat cara yang dipertontonkan, yakni penunjukan, penitipan, penyapihan dan pertukaran atau barter," ungkap Akbar Faizal, politikus NasDem, dalam promosi doktornya di Universitas Negeri Makassar, Sulawesi Selatan, kemarin.

Dalam studi yang dilakukannya, dia menambahkan terjadi pergeseran sikap politik oligarki partai, dari model oligarki otoriter di era Orde Baru menjadi oligarki absolut dan oligarki akomodatif di era pasca-Orde Baru. Itu merupakan bentuk adaptasi terhadap lingkungan politik.

Kemampuan oligarki politik beradaptasi, lanjutnya, difasilitasi kecenderungan perkembangan partai politik. Mereka meninggalkan partai ideologi dan partai kader menjadi partai massa yang berorientasi pada kemenangan pemilu dan pragmatisme politik. Mereka juga mendapat dukungan konstitusi dan regulasi pemilu.

"Pengalaman oligarki partai bertahan pada masa Orde Baru dan beradaptasi di era post-Orde Baru ikut menyumbangkan kepercayaan diri bagi partai politik," tandas Akbar.

Dalam ujian disertasinya itu, Akbar mendapat dukungan dari sejumlah tokoh yang ikut hadir di ruang sidang. Di antara mereka ialah Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Menpan-Rebiro Syafruddin, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, hakim Mahkamah Konstitusi Prof Aswanto, Kapolda Sulsel Irjen Mas Guntur Laupe, dan mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin.

Akbar Faizal juga didukung tim promotor yang terdiri atas Prof Haedar Akib, Rektor UNM Husain Syam, dan Rektor Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis. (LN/N-2)

Baca Juga

DOK MI

Karyawan Positif Korona, Pelayanan RSUD Cibabat Dihentikan

👤Depi Gunawan 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 01:23 WIB
Pegawai RSUD Cibabat yang positif diduga tertular dari luar wilayah rumah sakit. Hal tersebut diketahui berdasarkan hasil tracing atau...
MI/Lilik Darmawan

Ratusan Telur Penyu Ditemukan di Pantai Kusamba

👤Arnoldus Dhae 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 01:08 WIB
Oleh petugas, telur-telur penyu tersebut kemudian diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) atau kelompok penyelamat...
Ilustrasi

Potensi ZIS di DIY belum Dimaksimalkan

👤Agus Utantoro 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 00:53 WIB
Rendahnya penghimpunan ZIS ditengah besarnya potensi ini  disebabkan oleh kurangnya sosialisasi ke masyarakat dan tidak adanya aturan...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya