Kamis 26 September 2019, 23:05 WIB

Wapres Bahas SDGs, Krisis Kemanusiaan dan Kopi di Sela Sidang PBB

jean William, Laporan dari AS | Internasional
Wapres Bahas SDGs, Krisis Kemanusiaan dan Kopi di Sela Sidang PBB

MI/Adam Dwi
Wakil Presiden Jusuf Kalla

 

WAKIL Presiden Jusuf Kalla pada Rabu (25/9) waktu Amerika Serikat menjadi co-moderator dalam leaders dialogue 6 di markas besar PBB, New York, AS.  

Kalla kembali menegaskan komitmen Indonesia terhadap Sustainable Development Goals atau SDGS tetap kokoh

JK bersama menteri luar negeri dan promosi hubungan dagang Malta Carmelo Abela menjadi co-moderator dalam dialog the 2020-2030 vision.
Menurut Wapres Jusuf Kalla  Indonesia telah memasukkan SDGs kedalam perencanaan pembangunannya.

Bahkan saat ini telah mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan konsisten.

“Indonesia juga berusaha mencapai status negara maju yang didukung dengan adanya pengembangan manusia yang berkualitas, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan pemerataan pembangunan/ serta pemerintahan yang baik,” tegas Kalla

JK melihat ada 3 langkah yang perlu dilakukan masyarakat internasional dekade terakhir dalam mengimplementasikan SDGs.Pertama,,mengaktifkan perubahan transformasional untuk mempercepat laju kemajuan saat ini.

Baca juga : Menlu Soroti Krisis Kemanusiaan di Rakhine

Kedua, membangun kemitraan global yang lebih kuat untuk memanfaatkan semua sumber daya yang diperlukan.

Ketiga, mempromosikan pendekatan yang lebih inklusif di antara semua pemangku kepentingan yang relevan/

Di sisi lain, krisis kemanusiaan terhadap etnis Rohingya di Rakhine State Myanmar mendapat perhatian serius, ketika Wapres Jusuf Kalla  bertemu presiden International Committe Of The Red Cross atau ICRC Peter Maurer di bilateral booth PBB.

Dalam pertemuan ini Wapres mengajak ICRC mengambil peran kemanusiaan lebih besar.

Wapres yang juga Ketua Umum Palang Merah Indonesia atau PMI didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menkominfo Rudiantara, mengatakan bagi Indonesia repatriasi sukarela, aman dan bermartabat adalah prioritas.

JK mengajak semua pihak membantu Myanmar dan Bangladesh untuk mendorong agar tercipta situasi lingkungan yang kondusif.

Menurut JK Indonesia dan ASEAN melalui Aha Centre, berusaha sangat keras untuk membantu myanmar dalam mempersiapkan proses pemulangan warga Rohingya ke Rakhine.

JK juga mengingatkan pentingnya pengembangan kegiatan ekonomi di negara bagian Rakhine agar masyarakatnya mendapat mata pencaharian berkelanjutan.
 
Ketika bertemu Maurer, JK juga meyayangkan proses perdamaian di Afghanistan dengan penundaan penarikan pasukan Amerika. JK menyampaikan indonesia berkomitmen untuk melanjutkan kontribusinya pada proses perdamaian di Afghanistan untuk itu JK berharap dialog dan negosiasi intra-afghanistan dapat segera dilakukan

Sementara itu, selama berada di PBB, Wakil Presiden Jusuf Kalla  menyempatkan diri hadir dalam diskusi krisis harga kopi. Diskusi untuk menyusun strategi dan langkah mengatasi krisis harga kopi dunia.

Selama ini Indonesia sebagai negara penghasil kopi keempat di dunia merasakan langsung dampak dari penurunan harga kopi dunia.

Diskusi yang bertempat dalam forum PBB Rabu (25/9) bertajuk aksi bersama mengatasi krisis harga kopi dan mencapai produksi kopi berkelanjutan.

Baca juga : Menlu RI Bahas Isu Ekonomi, Perempuan, dan Palestina di PBB

Sejak 1982 harga biji kopi dunia telah turun hingga 70%. Salah satu penyebab yang sangat fundamental menurut Wapres JK karena berlebihnya pasokan produksi biji kopi dunia.

Menurut  JK Kondisi ini tentu merugikan petani kopi dunia yang sebagian besar merupakan petani kecil,

”Lebih dari 25 juta petani kecil kopi di seluruh dunia berjuang memenuhi kebutuhan hidup, Indonesia sendiri memiliki 1,8 juta petani kopi," ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik atau BPS, volume ekspor kopi indonesia pada 2018 menurun sebesar 23% dibandingkan tahun sebelumnya

Dalam pertemuan yang diinisias Kolombia ini, JK menawarkan sejumlah solusi memperbaiki harga jual kopi internasional. Diiantaranya memperluas pasar kopi dan pengendalian jumlah pasokan, kapasitas petani kecil harus ditingkatkan, kemitraan antara industri dan petani kecil, perlu upaya khusus menjaga keseimbangan harga kopi bagi petani, industri dan konsumen. (Meto TV/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More