Jumat 27 September 2019, 06:00 WIB

Tembakau Bunuh 8 Juta Orang Per Tahun

(Ant/H-1) | Humaniora
Tembakau Bunuh 8 Juta Orang Per Tahun

ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/aww/17.
MURAL KAMPANYE BAHAYA MEROKOK

 

TEMBAKAU dianggap sebagai faktor pembunuh terhadap lebih dari delapan juta orang setiap tahunnya secara global. Penggunaan tembakau merupakan faktor risiko utama yang umum terjadi pada penyakit tidak menular. Penilaian terhadap dampak buruk konsumsi tembakau itu dikemukakan oleh Direktur Pengendalian Tembakau pada International Union Against Tuberculosis and Lung Disease (The Union) Gan Quan di Kota Bogor pada acara Aliansi Kota-Kota Asia Pasifik untuk Pengendalian Tembakau dan Pencegahan Penyakit tidak Menular ke-4 (4th APCAT Summit), kemarin.

Gan mengatakan langkah pengendalian tembakau berdasarkan bukti dapat mengurangi permintaan dan pasokan produk tembakau. Pengendalian tembakau berdasarkan bukti termasuk melindungi orang dari paparan asap rokok, melarang iklan rokok, promosi, dan sponsor, peringatan kesehatan bergambar pada kemasan rokok, dan kampanye berhenti merokok.

"Para pemimpin daerah berperan penting dalam upaya pengendalian tembakau," tuturnya. Di Indonesia, data Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan penyakit tidak menular menempati posisi tertinggi di 34 provinsi dan kebanyakan berupa stroke, serangan jantung, penyakit pernapasan kronik, dan diabetes melitus.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terdapat 15 juta kematian muda pada usia 30 hingga 69 tahun di seluruh dunia per tahun. Sebanyak 7,2 juta kematian disebabkan oleh konsumsi tembakau dan 70% di antaranya terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Lebih dari 100 pemimpin daerah dari 40 kota di 12 negara di Asia Pasifik bertemu di Kota Bogor, Jawa Barat, untuk membicarakan praktik pengendalian tembakau dan penanganan penyakit tidak menular. (Ant/H-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More