Kamis 26 September 2019, 20:55 WIB

Hendak Ikut-Ikutan Berdemo, Ratusan Pelajar SMA/SMK Diamankan

Dwi Apriani | Nusantara
Hendak Ikut-Ikutan Berdemo, Ratusan Pelajar SMA/SMK Diamankan

MI/Dwi Apriani
Ratusan Pelajar SMA/SMK Diamankan

 

RATUSAN pelajar di tingkat Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan di Sumatra Selatan menggelar unjuk rasa terkait penolakan RUU KUHP, Kamis (26/9), di Bundaran Air Mancur Palembang.

Belum juga menyuarakan aspirasi mereka, puluhan pelajar ini keburu dicegah aparat kepolisian.

"Adik-adik dari SMA, SMK maupun STM ini, kita amankan karena ingin melakukan aksi unjuk rasa terkait penolakan RUU KUHP (Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana)," kata Kepala Polresta Palembang, Kombes Pol Didi Hayamansyah, di Palembang, Kamis.

Menurut Didi, para pelajar yang diamankan tidak hanya berasal dari berbagai sekolah di Palembang, tetapi ada juga yang datang dari luar kota. Berdasarkan pendataan polisi, ada siswa yang jauh-jauh hadir dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Sementara para pelajar yang ingin berunjuk rasa diamankan di berbagai lokasi. Mereka tidak berada di satu titik, melainkan menyebar di berbagai wilayah, mulai dari Bundaran Air Mancur Masjid Agung, Jalan Sudirman, pusat pertokoan Megahria, hingga kawasan wisata Kambang Iwak.

Didi berujar, para pelajar diamankan untuk menghindari adanya provokasi pihak yang tidak bertanggung jawab, sehingga dapat berakibat fatal dengan pengrusakan fasilitas umum.

Untuk itu, sebelum siswa berunjuk rasa, pihaknya sudah lebih dulu melakukan antisipasi. Usai mendapatkan informasi akan ada aksi demo dari pelajar, polisi langsung bersiaga di berbagai tempat yang dianggap sebagai tempat kumpul para pelajar.


Baca juga: Polda Sumut Tetapkan 40 Tersangka terkait Kerusuhan


"Kita amankan karena khawatir mereka terprovokasi dan melakukan pengrusakan. Ini tidak dibenarkan. Karena itu, setelah mendapat informasi, sejak kemarin kita sudah siaga," jelas Didi.

Setelah diamankan, kata Didi, pihaknya langsung memanggil Dinas Pendidikan dan pihak sekolah yang siswanya ditahan. Wali murid juga diminta untuk menjemput anak-anaknya.

"Siswa yang ditahan kita data dulu. Kita sudah hubungi kepala sekolah maupun Dinas Pendidikan untuk kesini. Kita ingin mereka ini dibina, kita imbau untuk tidak lagi berkeliaran seperti ini. Fokus sekolah dan jangan terganggu informasi yang tidak benar," tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Widodo, turut menyesalkan ratusan pelajar diamankan karena ingin melakukan aksi unjuk rasa. Padahal, sejak kemarin, dia sudah mengimbau agar siswa tetap belajar dan tidak melakukan demo.

"Kemarin sudah kita himbau kepada kepala sekolah untuk cek siswa di kelas, jika tidak cukup hubungi orangtuanya. Kita sudah komunikasikan itu, anak-anak tidak boleh berkeliaran," kata Widodo.

Meski telah memberikan imbauan, nyatanya para pelajar masih saja melakukan aksi unjuk rasa. Bagi Widodo, unjuk rasa menyuarakan aspirasi masyarakat belum saatnya dilakukan pelajar. Dia menilai siswa belum memahami apa yang menjadi tuntutan.

"Jadi ini belum waktumu (siswa), bukan masanya demo. Mereka saja mungkin tidak mengerti isi RUU KUHP itu apa. Jadi ini sekadar ikut-ikutan saja. Kita kawal saja ini, ada Gubernur yang akan menyampaikan suara rakyat sampai ke DPR," tandasnya. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More