Kamis 26 September 2019, 17:26 WIB

Panglima Tepis Bentrok Marinir dan Brimob

Golda Eksa | Politik dan Hukum
Panglima Tepis Bentrok Marinir dan Brimob

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kedua kiri) bersama Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kedua kanan) meninjau lokasi kericuhan.

 

PANGLIMA TNI Marsekal Hadi Tjahjanto membantah informasi yang viral terkait bentrokan antara pasukan Brigade Mobile (Brimob) Polri dan Marinir TNI AL di depan Wisma Perwira Tinggi TNI AL, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, pada Rabu (25/8) malam.

"Namun yang terjadi di lapangan kemarin justru prajurit Marinir mampu menyelesaikan permasalahan di lapangan," ujar Hadi dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (26/9).

Ia menegaskan, satu peleton pasukan Marinir yang berjaga di area rumah dinas perwira tinggi TNI AL berhasil menghalau massa yang berusaha masuk. Artinya, tidak benar ada massa peserta aksi yang bersembunyi di dalam wisma tersebut.

"Sesuai dengan undang-undang bahwa pengunjuk rasa tidak boleh masuk ke instansi militer, termasuk di wilayah wisma lumba-lumba tersebut. Kebetulan mes lumba-lumba juga dijaga oleh satu pleton marinir yang bertugas untuk menjaga keamanan."

Baca juga: TNI AD dan Marinir Turun Tangan Tenangkan Mahasiswa

Mantan Kepala Staf TNI AU itu menjawab diplomatis terkait tembakan gas air mata milik personel Polri yang masuk ke dalam wisma. Ia menegaskan, dalam menjalankan tugasnya TNI tetap mendukung dan membantu kepolisian menjaga keamanan dan ketertiban di negeri ini.

Menurut dia, kantor Panglima TNI di Jalan Medan Merdeka Barat juga pernah kemasukan gas air mata saat terjadi demonstrasi. Ia menilai hal itu sejatinya tidak perlu dipersoalkan.

"Sampai saat ini pun tidak ada permasalahan antara TNI dan Polri terkait dengan tugas pengamanan, khususnya di wilayah titik kritis. Dan hari ini kita terus melaksanakan dukungan pengamananan kepada Polri di 6 titik. Semuanya dilakukan sesuai SOP dan peraturan yang ada," tandasnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More