Kamis 26 September 2019, 16:26 WIB

AGP Bahas Climate Change di Columbia University New York

mediaindonesia.com | Ekonomi
AGP Bahas Climate Change di Columbia University New York

DOK AGP
Koordinator Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC) Lampung Ardi Bayu Firmansyah saat menjelaskan program yang telah dilakukan oleh AGP

 

Artha Graha Peduli (AGP) kembali berperan serta dalam kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan pada konferensi Internasional tentang Pembangunan Berkelanjutan (ICSD) di Columbia University New York, Amerika Serikat, Rabu (25/9/2019). Kegiatan berskala internasional ini dalam rangka membangun forum jaringan kerja di tingkat internasional.

“AGP mempresentasikan hal-hal yang telah dikerjakan selama ini. Dalam forum itu, kita berbagi informasi tentang lingkungan hidup dengan berbagai pegiat internasional,” kata Ketua Umum AGP Heka Hertanto, Senin (23/9/2019).

Heka menunjukkan, dalam paparan itu, Koordinator Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC) Lampung Ardi Bayu Firmansyah juga menjelaskan program yang telah dilakukan oleh AGP dalam bidang konservasi fauna, flora, hutan dan laut. Disebutkan bahwa TWNC yang didukung oleh pemerintah berperan aktif menjaga lingkungan hidup.

Selain menangani konservasi flora dan dan fauna, AGP aktif menangani Sungai Citarum yang terpanjang di Pulau Jawa. Pada mulanya di sungai ini berserakan sampah dan limbah industri. Kini, daerah aliran sungai (DAS) sudah ditanami pohon.

“Kami bersama mitra seperti Pemda Jabar, TNI, warga, dan lain-lain membersihkan sungai, mengadakan pembenihan bibit, mengedukasi warga untuk peduli pada lingkungan sungai,” ucap Heka.

Paparan selanjutnya di Columbia University, tambah Heka, yakni penanaman mangrove sebagai bagian mendukung program langit biru untuk mengurangi emisi karbon. Ini juga bagian dari konservasi alam.

Bahkan AGP mendatangkan pemain bola kaki Cristiano Ronaldo (CR7) ke Bali pada 26 Juni 2013 sebagai duta Program Konservasi Bali Manggrove.

Pada kesempatan itu, AGP yang sudah terjun pada penyelamatan lingkungan sejak tahun 1990-an, juga memutar film dokumen lingkungan hidup serta upaya menghadapi climate change dengan merawat dan melindungi sekitar 45.000 hektare hutan dan 15.000 hektare pantai dan laut di TWNC serta reforestasi pada pengelolaan hutan sawit berkelanjutan sekitar 12.500 hektare di Kalimantan Barat.

“Presentasi AGP bersamaan dengan narasumber lain yakni Ibu Mari Pangestu, Bapak Luhut Pandjaitan yang bicara tentang sampah dan sawit, Bapak Budiadi dari Universitas Gajah Mada, Bapak Sugeng Bahagijo dari INFID dan serta Ibu Silvia Fanggidae dari NTT. Acara ini dimulai pukul 3 siang sampai selesai,” pungkas Heka.

Sebagaimana diketahui, konferensi Internasional tentang Pembangunan Berkelanjutan (ICSD) menyediakan forum bagi akademisi, pemerintah, masyarakat sipil, badan-badan PBB dan sektor swasta untuk bersama-sama berbagi solusi praktis untuk mencapai SDGs. ICSD tahunan ketujuh, yang diselenggarakan oleh Global Master's dalam Praktek Pembangunan (MDP) dan Jaringan Solusi Pembangunan Berkelanjutan (SDSN), akan fokus pada tema, 'Praktik yang Baik: Model, Kemitraan, dan Pengembangan Kapasitas untuk SDGs'.

Acara ini merupakan bagian dari Climate Week NYC 2019 sejak 24-25 September 2019 di kota New York. (RO/OL-10)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More