Kamis 26 September 2019, 11:00 WIB

Proyek Wisata Air Kalimalang Dimulai

Gana Buana | Megapolitan
Proyek Wisata Air Kalimalang Dimulai

ANTARA FOTO/Risky Andrianto
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (jongkok) disaksikan sejumlah pejabat terkait, melakukan peletakan batu pertama pembangunan waduk.

 

GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan peletakan batu pertama wisata air Kalimalang. Rencanannya, wisata air tersebut akan dibangun mirip Sungai Cheonggyecheon Seoul, Korea Selatan.

"Setelah melalui proses panjang akhirnya pembangunan destinasi wisata air Kalimalang dimulai," ungkap Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, di Bekasi, Rabu (26/9).

Emil menjelaskan proses revitalisasi Kalimalang sempat terbentur pembangunan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu). Soal perizinan dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pun sempat mengalami kendala.

Sebetulnya, kata mantan Wali Kota Bandung itu, banyak potensi wisata air di Jawa Barat. Namun, mayoritas waduk di Jawa Barat milik Kementerian PUPR. Menurut arsitek lulusan ITB itu, waduk atau saluran air yang ada bisa memberikan fungsi sosial.

"Soal perizinan saya mohon dipermudah. Saya ingin orang bahagia, bisa rekreasi bisa buka warung, ada parkiran dan lainnya. Kalimalang nantinya tidak hanya akan dilewati begitu saja, akan jadi daya tarik," imbuhnya.

Kepala Dinas SDA Provinsi Jawa Barat Linda Al Amin menambahkan, proses revitalisasi Kalimalang secara pertahap. Untuk tahap peletakan batu pertama, Pemprov Jabar mengalokasikan anggaran sebesar Rp4.753.025.000.

"Nanti dilanjut ke tahap kedua tahun 2020, rencana pagu anggaran sebesar Rp26 miliar lebih. Kalau tahap satu sisi utara, tahap kedua  sisi selatan," jelas dia.

Tahap pertama area 1 atau Taman Barat/Pipa PDAM Barat atau ex Taman Seni, akan dibangun jalan setapak, elemen lunak atau tanaman. Di area 2 atau Promade Sejarah 1 akan dibangun tiga monumen besar, alun-alun, jalan setapak, tiang bendera, pembuatan pagar, dinding tanaman, tanaman, papan petunjuk taman. Di Area 3 atau di Taman Timur akan dibangun jalan setapak, alun-alun kecil.

Untuk detail pekerjaan tahap kedua, akan dibangun zona air, kolam dangkal anak, ruang <i>ngariung<p>, taman flora musiman, tempat pejalan kaki, tanggul penahan tanah, jalan inspeksi, taman lampu, jembatan penyebrangan antara sisi utara dan selatan dan sebagian segmen utara papan nama Taman Tarum Bhagasasi.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi gembira atas realisasi pembangunan destinasi wisata air di Kalimalang. Ia berharap destinasi tersebut bisa menjadi daya tarik bagi warga Kota Bekasi.

"Saya atas nama pemerintah dan warga Kota Bekasi mengucapkan terima kasih atas dimulainya pembangunan ini. Saya harap ini menjadi titik wisata baru dan daya tarik baru," tandas dia.

 

RDTR 2015-2035

Secara terpisah, Kepala Bidang Pengendalian Ruang Dinas Tata Ruang Kota Bekasi Ashari mengungkapkan Perda Kota Bekasi nomor 5 Tahun 2016 tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Tahun 2015-2035 tidak lagi relevan. Apalagi saat ini lima proyek strategis nasional melintasi wilayah tersebut.

"Kota Bekasi dilintasi proyek strategis nasional, ada LRT (<i>light Rail Transit<p>), ada KCIC (Kereta Cepat Indonesia China), kereta listrik jalur ganda, jalan tol layang Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu), Jakpek Elevated dan Tol Jakpek II," ujarnya, Rabu (25/9).

Menurut Ashari, proyek strategis nasional memiliki andil dalam pertumbuhan Kota. Sebab, pertumbuhan infrastruktur, sosial dan ekonomi, akan terjadi secara signifikan di sekitar wilayah yang bersinggungan secara langsung. (J-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More