Kamis 26 September 2019, 10:06 WIB

Petugas PMI Jaktim Merasa Difitnah Ambulans Bawa Batu dan Bensin

Thomas Harming Suwarta | Megapolitan
Petugas PMI Jaktim Merasa Difitnah Ambulans  Bawa Batu dan Bensin

Antara
Ilustrasi

 

KEPALA Kantor PMI Kota Jakarta Tumur Eq Prasetyo membantah ambulans mereka yang diturunkan saat aksi demo pada Rabu (25/9) membawa serta batu dan bensin. Ditulis melalui laman facebooknya Eq Prasetyo, dia menyampaikan bahwa informasi sepihak yang disampaikan pihak kepolisian adalah fitnah yang sangat menyakitkan.

"Teruntuk Pak POLISI yang sangat kami hormati dan kami banggakan. Dengan sangat sedih dan rasa marah kami sampaikan. Kami kecewa atas tudingan dan sikap para aparat keamanan yang seharusnya menjadi bagian dari pengamanan tugas PMI. Tuduhan yg tidak berdasarkan bukti adalah Fitnah dan pencemaran nama baik. Kami bertugas tiga hari ini adalah penugasan resmi, berdasarkan SOP, kami beridentitas jelas dan jobdes kami sangat jelas," tulis Eq.

Ia tegaskan bahwa ambulans yang diturunkan pihaknya adalah bagian dari Pelayanan Ambulan Rujukan pada Pertolongan Pertama.

"Tolong diralat Pak. Kami klarifikasi, kami tidak pernah dan tidak akan pernah melakukan di luar dari tugas kami. Kami BUKAN PEMBAWA BATU. Kami TIDAK MENSUPLAY BATU untuk pendemo. APALAGI menyediakan BENSIN untuk Molotov. PMI diberikan mandat untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan pertolongan Medis. Kami sedih dan kecewa," ungkap Eq.

Ia menegaskan bahwa apa yang dilakukan PMI adalah murni tugas kemanusiaan sehingga harus melindungi baik aparat maupun demonstran.

"Apa yang sudah kami lakukan dan kami berikan, berapa banyak korban yang kami evakuasi, kami berikan bantuan pertolongan pertama. Kami juga memberikan pelayanan untuk anggota aparat keamanan yang sakit dan terluka. Kami sama seperti bapak aparat keamanan, kami ambil tugas yang penuh risiko ini demi kemanusiaan (siapapun dia). Kami tidak berpihak," sambung Eq.

Pihak PMI kata dia merasa kecewa karena dituduh kepolisian membawa batu. Dan petugas mereka di lapangan tidak diberi kesempatan untuk mengklarifikasi sedikit pun.

"Kami sedih dan kecewa. Harusnya sebagai Aparat keamanan fokus sama tugas keamanan, bukan menyebarkan HOAX. Bapak bisa dituntut dan dapat membahayakan karir bapak. Seharusnya aparat keamananlah yang memastikan kami para petugas medis menjalankan tugas dengan aman. Kami sedih dan kecewa. Kami minta tanggung jawab moril dan materil. Ambulan kami sudah bapak RUSAK," kata dia.

Ia tegaskan juga bahwa petugasnya diperlakukan tidak pantas pihak kepolisian.

baca juga: Kerusakan Fasilitas Umum Akibat Demo Diperbaiki

"Relawan para medis PMI sudah bapak buat tidak nyaman. Bapak Polisi mengamuk tidak terkontrol, kami tidak diberikan kesempatan untuk menjelaskan. Petugas kami dipukul, bahkan tersungkur di dalam ambulans. Dan dengan teganya bapak injak petugas kami yg sedang melakukan pertolongan di ambulans. Bapak tarik keluarkan paksa pasien (entah bagaimana nasibnya). Sangat tidak manusiawi. Bapak sudah memfitnah dan menggiring opini negatif atas tugas dan mandat kami. Bapak Polisi Aparat Keamanan harus bertanggung jawab akan hal ini," tutup Eq. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More