Kamis 26 September 2019, 10:10 WIB

KPK Terus Periksa Pejabat Kementan

Media Indonesia | Politik dan Hukum
KPK Terus Periksa Pejabat Kementan

ANTARA FOTO/Audy Alwi
DirekturPerlindungan Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Sri Wijayanti Yusuf

 

DIREKTUR Perlindungan Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Sri Wijayanti Yusuf dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap pengurusan impor bawang putih.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IND (I Nyoman Dhamantra), anggota DPR RI dari Fraksi PDIP," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, kemarin.

Penyidik juga memanggil anggota Dewan Pengawas Kementan, Spudnik Sujono. Keterangan saksi dibutuhkan melengkapi berkas tersangka I Nyoman Dhamantra.

KPK menetapkan I Nyoman Dhamantra sebagai tersangka bersama lima orang lainnya. Mereka, yakni pengusaha Mirawati Basti dan empat pihak swasta Elviyanto, Chandry Suanda, Doddy Wahyudi, dan Zulfikar.

Dalam kasus itu, Dhamantra diduga meminta fee Rp3,6 miliar untuk membantu Chandry dan Doddy mengurus rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) dari Kementerian Pertanian (Kementan) dan surat persetujuan impor (SPI) dari Kementerian Perdagangan (Kemendag). Keduanya terlebih dulu bertemu Mirawati serta pihak swasta Elviyanto guna memuluskan urusan impor tersebut.

Dalam kesepakatan itu, Dhamantra mematok commitment fee Rp1.700-Rp1.800 dari setiap kilogram bawang putih yang diimpor. Sementara itu, kuota impor bawang putih untuk 2019 sebesar 20 ribu ton.

Dhamantra diduga baru menerima uang Rp2 miliar dari kesepakatan itu. Uang itu diterimanya melalui rekening transfer money changer.

Chandry, Doddy, dan Zulfikar sebagai penyuap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dhamantra, Mirawati, dan Elviyanto sebagai penerima sogokan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya, pada 19 September lalu, KPK memanggil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementan Syukur Iwantoro. Ia diperiksa sebagai saksi kasus untuk tersangka yang sama. "Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IND selaku anggota Komisi VI DPR."

Untuk membuat terang kasus itu, KPK telah melakukan penggeledahan di 15 lokasi dengan menelusuri sejumlah bukti, di antaranya dokumen terkait dengan impor bawang putih dan juga dokumen yang berkaitan dengan kewenangan Kementan dan Kemenag. (Medcom/P-3)

Baca Juga

Ilustrasi

Pilkada Serentak 2020 Diprediksi Temui Banyak Kendala

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 01 Juni 2020, 19:38 WIB
"Misalnya saja Peraturan KPU terkait tahapan, program dan jadwal serta PKPU tentang pelaksanaan pilkada di masa pandemi belum jelas...
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Laporan Gratifikasi Lebaran ke KPK Tahun ini Capai Rp62,8 Juta

👤Antara 🕔Senin 01 Juni 2020, 18:50 WIB
Barang gratifikasi masih berkisar pada parsel makanan, barang pecah belah, voucher, dan uang dengan nilai laporan terendah Rp50 ribu hingga...
Dok.MI

Pengamat: Simpatisan IS Penyerang Polsek Daha Teroris Terlatih

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 01 Juni 2020, 18:35 WIB
Kelompok penyerang sengaja memilih waktu dini hari untuk mencari kelengahan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya