Kamis 26 September 2019, 09:40 WIB

726 Terduga Perusuh Jayapura Dipulangkan

Ferdian Ananda Majni | Politik dan Hukum
726 Terduga Perusuh Jayapura Dipulangkan

MI/Susanto
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.

 

KEPALA Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya menetapkan tujuh mahasiswa sebagai tersangka dalam aksi anarkistis berupa penyerangan hingga pembakaran dan perusakan di Kota

Jayapura, Papua. "Hanya 7 yang ditetapkan dan 726 sudah dipulangkan," kata Dedi kepada Media Indonesia, kemarin. Menurutnya, dari 7 tersangka terdapat 5 mahasiswa eksodus yang studi di luar Papua. Dua orang lainnya merupakan anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Dedi memaparkan lima mahasiswa

eksodus itu berinisial YW, CK YK, EP, dan MK. Dua orang lainnya berinisial AA dan AD. Mahasiswa itu diduga telah dimanfaatkan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang merupakan dalang peristiwa kericuhan. "Dugaan dalang kerusuhan di Jayapura itu lebih kompleks. Untuk di Jayapura ada ULMWP yang berkomunikasi dengan KNPB. Kemudian KNPB memanfaatkan AMP. AMP ini AMP yang eksodus yang melakukan

tindakan serang kepada aparat," pungkasnya Atas perbuatannya, mereka dijerat

Pasal 170 KUHP dan untuk dua orang lainnya, AA dan AD, dijerat Pasal 106 KUHP. "Dijerat Pasal 106 dan 170 KUHP. Itu aja," tutupnya Dari Polri diketahui enam anggota Brimob yang luka-luka masih dirawat di RS Bhayangkara. Mereka BKO dari Brimob Polda Sumatra Utara. Satu orang lainnya anggota

Polresta Jayapura. Sebelumnya Polda Papua menangkap 733 mahasiswa yang diduga terlibat dalam aksi anarkistis berupa penyerangan hingga pembakaran

dan perusakan di Jayapura pada Senin (23/9).

 

Korban bertambah

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal mengatakan jumlah korban meninggal dunia menjadi 29 orang dalam kerusuhan di Kabupaten Jayawijaya, Papua. "Meninggal dunia 29 orang dan luka-luka 76 orang," kata pria yang

akrab disapa Kamal itu, kemarin. Dia menjelaskan aksi itu didalangi

kelompok KNPB untuk memprovokasi masa bertindak anarkistis dan menyusup dengan menggunakan seragam sekolah ke kerumunan. "Masyarakat telah mengungsi di empat tempat, yaitu Polres, Kodim 1702, dan Gedung DPRD Jayawijaya,

juga Gedung Oikumerek Asso Wamena," sebutnya. Terkait dengan hoaks tentang

ucapan rasial, Kamal menyatakan pihaknya juga sudah menanyakan kepada pihak sekolah dan guru, serta memastikan tidak ada katakata rasial. "Kami harap masyarakat di Wamena dan di tanah Papua tidak mudah terprovokasi isu yang belum tentu kebenarannya." Sementara itu, Selasa (24/9) pukul 16.00 WIT, pesawat Polri CN 295 melaksanakan evakuasi jenazah dan koban luka-luka dari Wamena ke Jayapura. Korban meninggal dunia dibawa ke kampung halaman untuk

dimakamkan. Untuk korban lukaluka kini dirawat di RS Martin Indey dan RS Umum Dok II Jayapura. Saat ini pihaknya masih mencari pelaku yang memberikan keterangan palsu atau hoaks sehingga terjadi mobilisasi massa yang mengakibatkan pembunuhan, penganiayaan, dan pembakaran sejumlah kantor pemerintah, fasilitas umum, dan permukiman warga. "Diimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan, kebersamaan

dengan kasih sayang agar situasi kamtibmas di Kabupaten Jayawijaya

aman dan kondusif. Serahkan penanganan kasus ini kepada kepolisian

dan TNI," pungkasnya. Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, menyiapkan delapan ambulans untuk menjemput jenazah yang menjadi korban meninggal akibat kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua.

Kedelapan ambulans tersebut disiapkan di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Sumatra Barat.

(MC/MS/YH/X-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More