Rabu 25 September 2019, 22:20 WIB

2.000 Pemuda Kurang Mampu Ikuti Pelatihan Kesiapan Kerja

mediaindonesia.com | Nusantara
2.000 Pemuda Kurang Mampu Ikuti Pelatihan Kesiapan Kerja

Istimewa
Penandatangan kerja sama program kesiapan kerja dan pelatihan kecakapan kerja bagi generasi muda kurang mampu dan rentan.

 

PEMODELAN program kesiapan kerja dan pelatihan kecakapan kerja bagi generasi muda kurang mampu dan rentan, termasuk bagi para penyandang disabilitas ditandatangi Rajawali Foundation yang bekerja sama dengan Alfamart di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (25/9).

Melalui kerja sama program kesiapan kerja dan pelatihan kecakapan kerja tersebut diharapkan dapat melengkapi program pemerintah dalam upaya penyerapan tenaga kerja secara inklusif, sekaligus mengurangi angka kemiskinan. 

Dalam sambutannya, Direktur Eksekutif Rajawali Foundation Agung Binantoro mengungkapkan, kerja sama dengan Alfamart tersebut merupakan bagian dari komitmen Rajawali dalam program membangun sistem lingkungan ketenagkerjaan inklusif berkesinambungan di Indonesia. 

Komitmen ini sebelumnya telah sukses diwujudkan melalui proyek kerja sama Rajawali Foundation, USAID-Mitra Kunci, Transformasi, dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) melalui proyek Koordinasi untuk Penguatan Pembangunan Ketenagakerjaan Inklusif Indonesia atau Sinergi di Jateng yang pada 2019 telah berlanjut ke fase II. 

“Oleh karena itu, guna mencapai tujuan proyek Sinergi Fase II tersebut, penting bagi Rajawali Foundation berkolaborasi lebih erat dengan berbagai mitra perusahaan swasta yang memiliki kesamaan visi dan komitmen untuk mendukung tujuan pembangunan ketenagakerjaan yang inklusif ini, termasuk Alfamart,” ujar Agung. 

Kegiatan proyek di fase II ini diarahkan kepada sekitar 4.000 pemuda kurang mampu dan rentan dari 16 ribu pemuda yang terdapat di basis data terpadu pemerintah, agar dapat mengikuti penilaian untuk mengetahui minat kerja dan berusaha.

Kemudian, 2.000 di antaranya yang terpilih dapat mengikuti program pelatihan kesiapan kerja. Ditargetkan, setidaknya 1.600 pemuda kurang mampu dan rentan akan dapat bekerja atau mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. 

Dalam kerja sama dengan Alfamart, lanjut Agung, akan dibuat pemodelan program kesiapan kerja dengan menyelaraskan pelatihan kecakapan atau soft skill dengan pelatihan teknis, khususnya untuk bidang ritel. 

“Dengan pemodelan tempat dan budaya kerja inklusif, akan mendorong kaum muda dalam menghadapi tantangan bonus demografi, khususnya mereka yang kurang mampu dan rentan,” ungkapnya. 

Sementara itu, Tri Wasono Sunu, Human Capital Director, PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk (Alfamart), mengatakan, pihaknya memiliki visi yang sejalan dan menyambut baik kolaborasi tersebut. Dalam kerja sama itu dapat dilaksanakan pola rekrutmen yang tepat yaitu metode penilaian tenaga kerja berdasarkan minat kerja dan perilaku yang tepat dengan dukungan kolaborasi multipihak. 

“Dengan cara ini, kami secara bersama-sama dapat membantu tujuan pembangunan yang lebih inklusif, dengan cara melatih dan menyerap lebih banyak tenaga kerja penyandang disabilitas,” kata Tri Wasono Sunu. 

Di samping itu, melalui kerja sama ini pula akan didapat calon tenaga kerja di unit toko (store crew)gudang, dan staf hubungan pemasaran (market relationship officer) yang kompeten dan siap kerja, sekaligus dapat menciptakan calon wiraswasta berbasis ritel yang handal. (OL-09)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More