Rabu 25 September 2019, 20:25 WIB

Polisi Tetapkan 7 Tersangka Kericuhan di Jayapura

Ferdian Ananda Majni | Nusantara
Polisi Tetapkan 7 Tersangka Kericuhan di Jayapura

MI/Susanto
KEPALA Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo,

 

KEPALA Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo, mengatakan, pihaknya telah menetapkan 7 orang mahasiswa sebagai tersangka dalam aksi anarkis berupa penyerangan hingga pembakaran dan pengrusakan di Kota Jayapura, Papua.

"Hanya 7 yang ditetapkan dan 726 sudah dipulangkan kemarin," kata Dedi kepada Media Indonesia, Rabu (25/9).

Menurutnya, dari 7 orang tersangka terdapat 5 mahasiswa eksodus yang studi di luar Papua. Sedangkan 2 dua orang lainnya merupakan anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB).

Dedi memaparkan 5 mahasiswa eksodus berinisial YW, CK YK, EP, dan MK. Sementara dua orang lainnya berinisial AA dan AD.

Mahasiswa itu diduga telah dimanfaatkan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang merupakan dalang dari peristiwa kericuhan tersebut.


Baca juga: Korban Jiwa Kerusuhan Wamena Menjadi 29 Orang


"Dugaan dalang kerusuhan di Jayapura itu lebih kompleks. Untuk di Jayapura ada ULMWP yang berkomunikasi dengan KNPB. Kemudian, KNPB memanfaatkan AMP. AMP ini AMP yang exodus, yang melakukan tindakan serang kepada aparat," pungkasnya

Atas perbuatannya, mereka dijerat pasal 170 KUHP dan untuk dua orang lainnnya AA dan AD dijerat dengan pasal 106 KUHP.

"Dijerat pasal 106 dan 170 KUHP. Itu aja," tutupnya

Diberitakan, 6 anggota Brimob yang mengalami luka-luka masih dirawat di RS Bhayangkara. Ke-6 anggota Brimob adalah BKO dari Brimob Polda Sumatra Utara. Sementara satu orang lainnya adalah anggota Polresta Jayapura.

Sebelumnya, Polda Papua telah mengamankan 733 mahasiswa yang diduga terlibat dalam aksi anarkis berupa penyerangan hingga pembakaran dan pengrusakan di Jayapura pada Senin (23/9) lalu. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More