Rabu 25 September 2019, 10:40 WIB

Malaysia Sebut 3 TKI Diculik ke Filipina

Media Indonesia | Politik dan Hukum
Malaysia Sebut 3 TKI Diculik ke Filipina

MI/Ramdani
Aktivis peduli Buruh Migrant Indonesia melakukan aksi.

 

TIGA tenaga kerja asal Indonesia yang bekerja di Negeri Sabah Malaysia diculik kelompok bersenjata di Perairan Tambisan Lahad Datu, Senin (23/9) sekira pukul 11.50 waktu setempat.  

Kejadian itu dibenarkan Konsulat RI Tawau Negeri Sabah, Sulistiyo Djati Ismoyo, melalui sambungan telepon seluler dari Nunukan. Djati menyatakan Konsulat RI Tawau masih berkoordinasi dengan aparat kepolisian negara itu perihal kronologis penculikan dan identitas ketika TKI.

Djati mengakui penculikan tersebut terjadi terhadap TKI yang sedang menangkap ikan dalam wilayah kerja Konsulat RI Tawau, akan tetapi majikan mereka berdomisili di Sandakan masuk wilayah kerja Konsulat Jenderal RI Kota Kinabalu.

"Memang benar ada warga Indonesia yang diculik di Lahad Datu (Malaysia). Kami sedang mencari informasi validnya termasuk berkoordinasi dengan KJRI Kota Kinabalu karena majikannya tinggal di Sandakan," tutur Djati, kemarin.

Ketua Menteri Sabah Malaysia, Datuk Sri Mohd Shafie Apdal membenarkan telah terjadi penculikan terhadap tiga TKI yang berprofesi nelayan itu.

"Nelayan asal Indonesia yang diculik pada Senin (23/9) dipastikan dilarikan ke Tawi-Tawi Filipina," ujar Mohd Shafie melalui pemberitaan BesFM Tawau.   

Mohd Shafie mengutarakan lokasi penculik-an di Perairan Tambisan Lahad Datu itu merupakan daerah terpencil. Adapun Komandan Kawasan Keselamatan Kuas Pantai Timur Sabah ESSCOM, Datuk Hazani Ghazali menyatakan pihaknya masih menunggu laporan dari pihak keluarga atau majikan.   

Informasi awal yang diterima aparat kepolisian Lahad Datu diperoleh dari \saksi mata yang melapor ke pos polisi terdekat. Pada saat kejadian, ketiga WNI dan nelayan lainnya sedang menjala udang di Perairan Tambisan. Tiba-tiba sebuah kapal cepat menghampiri kapal yang digunakan ketiga WNI tersebut.

Ketiga WNI diculik tujuh orang bersenjata api menggunakan dua unit kapal cepat. Seusai mempreteli telepon seluler ketiga WNI, penculik langsung melarikan mereka ke perairan Filipina beserta nelayan lainnya yang menggunakan kapal lain. Ketiga WNI yang masih belum diketahui identitasnya itu diperkirakan berusia 27 tahun hingga 48 tahun. (Ant/P-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More