Rabu 25 September 2019, 08:00 WIB

RI Dukung Aksi Atasi Sampah Plastik Laut

Media Indonesia | Internasional
RI Dukung Aksi Atasi Sampah Plastik Laut

MI/Ramdani
Wapres Jusuf Kalla.

 

WAKIL Presiden Jusuf Kalla menegaskan Indonesia mendorong dan mendukung aksi global dalam mengatasi sampah plastik laut. Dalam hal ini, Indonesia telah mencapai 20% target di 2019 dari 75% pada 2025.

"Indonesia bangga berada di antara negara garda terdepan dalam upaya melindungi laut kita bersama. Bagi Indonesia, laut adalah masa depan kita semua," kata Wapres Kalla saat berpidato pada acara 2nd Meeting of High level Panel for Sustainable Ocean Economy dalam rangkaian Sidang Ke-74 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, Senin (23/0) waktu setempat.

"Laut berpotensi sebagai sumber kesejahteraan dunia," tambah Kalla seperti dilaporkan wartawan Metro TV, Jean Willyam, kemarin.

Wapres menyebutkan Indonesia menjamin pengelolaan perikanan yang berkelanjutan. Untuk itu, Kalla meminta kolaborasi antara ASEAN dan kawasan Pasifik terus ditingkatkan.

"Komitmen untuk memerangi IUU Fishing dan kejahatan terorganisasi terkait perikanan harus dipertebal," tegas Kalla.

Indonesia juga menekankan pen-tingnya pengelolaan hutan bakau dan lahan gambut secara berkesinambungan bersama Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim PBB atau UNFCCC.

"Saya berharap koalisi ini dapat terus melakukan hal-hal konkret untuk mengarusutamakan isu kelautan di tingkat global agar terwujud ekonomi kelautan berkesinambung-an yang bermanfaat bagi kita semua saat ini dan generasi mendatang," jelas Wapres.

Kalla juga menekankan bahwa Indonesia mendukung penuh inisiatif aksi iklim berbasis laut yang akan diluncurkan dalam mendukung UN Climate Action Summit.

"Ini merupakan prakarsa penting dalam menegaskan keterkaitan laut dan iklim," tegas dia. (X-10)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More