Selasa 24 September 2019, 15:28 WIB

BBKSDA Riau Selamatkan Tapir yang Terjerat

Antara | Nusantara
BBKSDA Riau Selamatkan Tapir yang Terjerat

ANTARA FOTO/Rony Muharrman
Warga melihat kondisi Tapir (Tapirus indicus) yang tengah menjalani masa pemulihan di kandang Klinik Satwa BBKSDA Riau

 

KEPALA Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Suharyono menyelamatkan seekor tapir yang terkena jerat di kebun kelapa sawit warga di Kabupaten Bengkalis. Tapir tersebut diduga keluar dari hutan karena habitatnya dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Mungkin sifat alami hewan tentang survival atau naluri bertahan hidup, karena habitatnya saat ini dirasa kurang nyaman, berasap dan lainnya sehingga dia keluar sampai kebun, dan di kebun ada yang masang jerat," kata Suharyono di Pekanbaru, Selasa (24/9).

Ia menjelaskan Tim Resort Bukit Batu mendapatkan laporan dari masyarakat Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, tentang adanya satwa dilindungi Tapir (Tapirus indicus) yang tekena jerat di daerah itu.

"Tim Rescue BBKSDA Riau diturunkan saat itu juga," katanya.

Bersama anggota Resort Bukit Batu, anggota TPHL, seorang anggota Manggala Agni Daop Siak, Damkar Kecamatan Bandar Laksamana, dan dokter hewan Puskeswan Desa Tenggayun serta beberapa masyarakat, bersama-sama menuju perkebunan sawit yang telah bersemak, tempat tapir terjerat.

"Petugas sempat memberikan pertolongan pertama dengan memberi makan dan minum satwa yang terjerat tersebut sekaligus mengamankan lokasi," tuturnya.

Baca juga: Binatang Tapir Meramal Swedia Kalahkan Korsel

Petugas medis segera melakukan pengobatan karena satwa itu terjerat pada kaki bagian kanan depan dengan luka cukup dalam.

"Syukurlah tidak sampai memutuskan jaringan urat pada kaki yang terkena jerat dan masih dapat dipulihkan," imbuhnya.

Karena melihat kondisi lapangan yang vegetasinya tanaman sawit dan semak belukar, lanjutnya, maka Tim Rescue BBKSDA Riau memutuskan untuk mengevakuasi satwa dilindungi tersebut.

Setelah berkonsultasi dengan dokter Puskeswan Desa Tenggayun tentang kondisi Tapir, satwa dapat segera dilepasliarkan.

"Tapir dilepasliarkan di suatu kawasan konservasi yang merupakan habitat aslinya," tukasnya.

Suharyono menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, termasuk warga setempat yang ikut membantu proses evakuasi satwa dilindungi tersebut.

"Saya mengharapkan untuk ke depannya akan makin banyak masyarakat yang sadar konservasi sebagaimana yang dilakukan masyarakat Desa Sepahat," pungkasnya.(OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More