Selasa 24 September 2019, 14:36 WIB

Saat Ancaman Pemakzulan, Trump harus Hadapi Konflik dengan Iran

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Saat Ancaman Pemakzulan, Trump harus Hadapi Konflik dengan Iran

Antara/Saul Loeb
Presiden AS Donald Trump berbicara setelah bertemu dengan Preesiden Korsel Moon Jae-in di sela pertemuan PBB.

 

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan mencoba menjual kebijakan Iran-nya yang keras dalam pidatonya kepada PBB, Selasa (24/9) waktu setempat.

Namun tawaran Trump untuk kepemimpinan internasional akan dibayangi skandal politik yang semakin meningkat di dalam negeri.

"Kami akan berbicara tentang Iran," Trump mengatakan kepada wartawan tentang pidatonya di Majelis Umum PBB di New York.

Ia mengatakan pemerintahannya telah memberikan 'banyak tekanan' pada Teheran.

Pria yang tak memiliki pengalaman politik sebelumnya itu mengisyaratkan langkah-langkah baru dalam kampanye AS untuk mengakhiri program teknologi nuklir Iran dan, secara umum, untuk mengekang kekuatan negara itu di Timur Tengah.

"Banyak hal yang akan terjadi," ujar Trump. "Jauh lebih banyak daripada yang kalian tahu. Jauh lebih banyak daripada yang diketahui media," tukasnya.

Spekulasi Trump akan bertemu Presiden Iran Hassan Rouhani di PBB tetap ada, sesuatu yang telah dikesampingkan setelah serangan terhadap fasilitas minyak sekutu utama AS di kawasan, Arab Saudi.

"Saya tidak pernah mengesampingkan apa pun," kata Trump, Senin (23/9) waktu setempat.

Pidato presiden AS untuk Majelis Umum PBB selalu menjadi salah satu sorotan dari kumpul-kumpul tahunan badan dunia itu.

Di sisi lain, Trump sedang menghadapi ancaman pemakzulan baru dari Partai Demokrat atas klaim bahwa ia menekan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk menyelidiki Hunter Biden, putra Joe Biden.

Kandidat calon presiden AS dari Partai Demokrat, Joe Biden, meminta petahana Donald Trump diperiksa terkait skandal Ukraina. Dugaan adanya percakapan via telepon antara Trump dan Zelenskiy tersebut disampaikan seorang pembocor rahasia. 

Kini kemana saja Trump pergi ke markas PBB pada Senin, ia menghadapi pertanyaan dari wartawan tentang kontroversi tersebut.

Trump mengatakan dia tidak melakukan kesalahan, meskipun dia mengaku berbicara dengan Zelensky tentang apa yang dia katakan sebagai korupsi oleh keluarga Biden.

Pertemuan yang dijadwalkan dengan Zelensky pada Rabu akan berada dalam pengawasan ketat. (AFP/OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More