Sabtu 21 September 2019, 10:05 WIB

Perusahaan Berbasis Digital Turut Tumbuhkan UMKM

mediaindonesia.com | Ekonomi
Perusahaan Berbasis Digital Turut Tumbuhkan UMKM

istimewa
VP of Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak.

 

KONTRIBUSI sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terhadap produk domestik bruto meningkat dari 57,84% menjadi 60,34% dalam lima tahun terakhir. Serapan tenaga kerja pada sektor ini juga meningkat, dari 96,99 persen menjadi 97,22% pada periode yang sama.

Sayangnya sebagian besar pelaku UMKM tidak memiliki informasi dan akses ke pasar. Di dalam negeri, pertumbuhan sektor ini tidak sejalan dengan pertumbuhan usaha besar.

Namun dengan kehadiran perusahaan berbasis aplikasi digital, banyak pelaku UMKM yang cukup terbantu. Upaya tersebut dilakukan Tokopedia yang telah memasuki tahun ke-10. Dengan kampanye #MulaiAjaDulu, Tokopedia mengajak masyarakat berani memulai mewujudkan mimpi sekaligus berkontribusi bagi negeri.

Dalam pers rilisnya, Sabtu (21/9), VP of Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak, mengatakan, “Tokopedia sebagai perusahaan teknologi Indonesia, yang terus bertransformasi menjadi super ecosystem, sejak awal berdiri memang berkomitmen mempermudah masyarakat memulai dan menciptakan lebih melalui pemanfaatan teknologi.”

Nuraini menambahkan,“Semua inisiasi yang kami lakukan, termasuk dalam menentukan strategi kampanye, berangkat dari semangat mendorong masyarakat untuk berani memulai dan menciptakan lebih, juga misi besar Tokopedia untuk Indonesia, yaitu pemerataan ekonomi secara digital.”

Nuraini menjelaskan bahwa kampanye #MulaiAjaDulu ternyata membawa dampak bagi perkembangan bisnis Tokopedia dan perekonomian digital Indonesia secara umum.

“Berdasarkan data internal Agustus 2019, terdapat peningkatan jumlah penjual di Tokopedia, dari yang sebelumnya 6,2 juta menjadi 6,4 juta. Artinya ada sejumlah pebisnis online pemula, yang notabene pegiat baru UMKM Indonesia, penyumbang lebih dari 60% perekonomian negara. Kami kini telah menjadi ‘rumah’ bagi jutaan pejuang ekonomi ini,” kata Nuraini.

Di sisi lain, dalam sebulan, jumlah produk terdaftar yang siap dibeli di Tokopedia dengan harga yang transparan juga mengalami peningkatan sebesar 30%, dari 150 juta menjadi 200 juta.

Masyarakat Indonesia, khususnya pengguna aktif bulanan Tokopedia yang berjumlah 90 juta, kini memiliki lebih banyak alternatif dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari melalui Tokopedia.

Ditambah lagi dengan keberadaan 33 produk digital yang bisa menghemat waktu pengguna, misal dalam membeli pulsa atau token listrik, membayar air, pajak, donasi, zakat dan lain sebagainya.

Peningkatan, baik terkait jumlah pengguna, produk terdaftar maupun bisnis secara keseluruhan, berbanding lurus dengan kebutuhan akan sumber daya manusia sebagai aset paling berharga menurut Tokopedia.

Di sisi lain, sepanjang Agustus 2019, Tokpedia merekrut lebih dari 200 Nakama (sebutan karyawan Tokopedia) baru. "Saat ini, jumlah Nakama mencapai lebih dari 4.500 orang,” tutup Nuraini. (OL-09)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More