Selasa 24 September 2019, 11:10 WIB

Sofyan Basir Revisi BAP

Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum
Sofyan Basir Revisi BAP

MI/PIUS ERLANGGA
Mantan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir.

 

MANTAN Direktur Utama PT PLN, Sofyan Basir, merevisi keterangannya di dalam berita acara pemeriksaan (BAP) yang menyebutkan pernah mendengar tentang kepentingan partai mencari dana.

Awalnya, jaksa KPK membacakan keterangan Sofyan di dalam BAP ketika dirinya masih berstatus saksi untuk tersangka Eni Maulani Saragih. Keterangan Sofyan itu termasuk soal Johannes Bu-disutrisno Kotjo, pengusaha yang menyuap Eni.

"Bahwa terkait pembangunan proyek PLTU Riau-1, saudara Eni Maulani Saragih selaku anggota DPR dan Wakil Ketua Komisi VII DPR adalah sebagai penghubung saudara Johannes B Kotjo dengan saya sebagai Dirut PLN. Menurut penyampaian Eni Maulani, bahwa yang bersangkutan urusan bisnis. Sementara itu, siapa yang menyuruh saudara Eni Maulani, saya tidak tahu pasti, tetapi dari pembicaraan saya dan Eni Maulani untuk kepentingan partai mencari dana. Saya tidak tahu apakah Eni Maulani mendapatkan dari PLTU Riau-1," ujar jaksa soal BAP itu.

"Apakah benar?" tanya jaksa pada Sofyan. "Surat BAP sudah diperbaiki. Saya sudah perbaiki," jawab Sofyan.

Jaksa pun menanyakan alasan Sofyan memperbaiki keterangannya itu. Sofyan mengaku tidak dalam tekanan penyidik saat memberikan keterangan. Akan tetapi, saat itu, menurutnya, keterangannya yang tertulis dalam BAP ialah versi penyidik. "Kok ini sesuai penyidik, bukan saya. Maka saya minta perbaiki, tidak ngomong a b c," ucap Sofyan.

Tiba-tiba salah seorang pengacara Sofyan keberatan karena BAP itu ialah keterangan Sofyan saat berstatus saksi. Sementara itu, saat ini Sofyan ialah terdakwa. Keberatan itu diaminkan ketua majelis hakim Hariono. (Iam/Ant/P-1)

Baca Juga

ANTARA/SIGID KURNIAWAN

Sandiaga dan Prabowo Bertarung pada Pilpres 2024

👤Cah/Ant/P-3 🕔Senin 30 Maret 2020, 07:25 WIB
Raihan yang diperoleh Sandi itu jauh lebih tinggi dari tokoh terkenal lainnya, seperti Prabowo Subianto yang hanya memperoleh...
ANTARA/FAUZAN

Jangan Sampai Muncul Ketidakadilan Baru

👤Rif/P-3 🕔Senin 30 Maret 2020, 07:15 WIB
Jika LP berhenti melaksanakan fungsi pemidanaan karena kelebihan kapasitas dan mewabahnya virus korona, yang menjadi pertanyaan bagaimana...
Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto

Cermati Dampak Penundaan

👤Indriyani Astuti 🕔Senin 30 Maret 2020, 07:10 WIB
Penundaan pilkada akan memunculkan berbagai dampak bagi KPU, parpol, para kandidat, hingga masyarakat yang empunya hak pilih. Oleh...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya