Selasa 24 September 2019, 10:25 WIB

Produksi Pertanian Menurun

Depi Gunawan | Nusantara
Produksi Pertanian Menurun

Dok.MI/ BARY FATHAHILAH
Ilustrasi -- Pedagang sayur menimbang cabe rawit

 

HARGA komoditas pertanian kembali merangkak naik akibat kemarau panjang. Kenaikan terjadi pada cabai rawit merah, cabai keriting, cabai hijau, jeruk, dan sayuran.

"Cabai rawit merah masih bertahan di harga Rp70 ribu dari harga normal Rp25 ribu. Komoditas ini pernah menyentuh harga tertinggi Rp90 ribu per kilogram, sebulan lalu, karena kemarau panjang," ungkap Cucu Cahyati, pedagang di pasar tradisional Kota Cimahi, Jawa Barat, kemarin.

Kenaikan harga sayuran terjadi karena banyak petani yang gagal panen akibat kurangnya pasokan air. Di sisi lain, permintaan konsumen dari hari ke hari juga bertambah.

Ancaman rawan pangan juga sangat terasa di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Stok beras tidak akan mencukupi kebutuhan warga sehingga butuh pasokan beras dari luar daerah.

"Banyak wilayah mengalami gagal panen sehingga produksi pangan merosot. Pemerintah kabupaten menyiapkan dana Rp1 miliar untuk menangani ancaman rawan pangan," ujar Kepala Dinas Ketahahan Pangan Flores Timur, Remigius Boli Lewar.

Dana itu akan digulirkan untuk program Kawasan Rumah Pangan Lestari yang mendapat dukungan dari pemerintah pusat. "Program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan di sejumlah daerah sehingga anak-anak terhindar dari gizi buruk dan stunting," tandasnya.

Berbeda dengan wilayah lain, kekeringan yang melanda 200 hektare lahan pertanian di Bangka Belitung belum mengganggu ketahanan pangan. "Kami kehilangan potensi panen 1.000 ton gabah. Gagal panen di areal seluas itu belum mengganggu ketahanan pangan," tegas Kepala Dinas Pertanian, Juaidi.

 

Bantuan lembaga

Keroyokan sebagai upaya mengatasi krisis air bersih warga terus dilakukan di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Sebanyak 14 lembaga dan komunitas sudah menyalurkan 519 tangki air bersih ke wilayah terdampak.

"Dari hari ke hari, semakin banyak lembaga yang ikut membantu warga. Kami sangat berterima kasih karena aksi kemanusiaan itu sangat meringankan warga," ujar Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Purbalingga Muhsoni.

Sampai kemarin, total air bersih yang didistribusikan sudah mencapai 2.353 tangki, terdiri atas kiriman BPBD 1.834 tangki dan lembaga lain 519 tangki.

Di Pamekasan, Jawa Timur, bantuan air bersih untuk desa-desa yang mengalami musibah kekeringan telah menelan anggaran sebesar Rp1,3 miliar. BPBD mencatat jumlah air yang telah didistribusikan mencapai 4.489 tangki atau 22,5 juta liter.

Air itu didistribusikan ke 835 dusun di 80 desa, dengan jatah setiap dusun dikirim satu tangki setiap dua hari sekali. "Kalau dirata-rata, setiap desa mendapat tujuh tangki per pekan," kata Kepala BPBD, Akmalul Firdaus.

BPBD Kabupaten Karangasem, Bali, juga kembali mendistribusikan bantuan air bersih ke Kecamatan Abang. "Total air bersih yang didistribusikan sebanyak 10 ribu liter untuk 30 kepala keluarga," ujar Kepala Pelaksana BPBD, Ida Bagus Ketut Arimbawa.

Sampai kemarin, BPBD Karangase sudah mendistribusikan 409 ribu liter air bersih sejak 18 Juni. Bantuan air tersebut berasal dari sejumlah instansi, seperti BPBD, Dinas Sosial, PMI Karangasem, dan LSM ACT. (FB/RF/LD/MG/RS/UL/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More