Selasa 24 September 2019, 10:15 WIB

Patroli Senyap di Tengah Asap

Denny Susanto/N-2 | Nusantara
Patroli Senyap di Tengah Asap

ANTARA/BAYU PRATAMA S
Helikopter BNPB melakukan water bombing pada kebakaran lahan di Kawasan Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, (22/9).

 

MATA elang. Begitu orang-orang menjuluki kehadiran helikopter Bell 407/ PK-JCH di tengah-tengah kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan. Helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu bertugas melakukan patroli untuk memantau titik api.

Siang kemarin, dia terbang rendah mendekati kawasan lahan gambut di Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, yang sedang terbakar.

Setelah berputar-putar untuk pemotretan dan penentuan koordinat titik api, pilot helikopter patroli, Kapten Joko, meneruskan penerbangan ke daerah lain.

Berdasar arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Selatan, patroli harus dilakukan di wilayah selatan Kalsel, yakni di Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Barito Kuala, dan Tanah Laut. Hasil pantuan helikopter inilah yang akan menjadi acuan operasi pemadaman dari darat dan udara.

"Setiap pagi Satgas Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan melakukan pertemuan untuk evaluasi dan koordinasi kegiatan pemadaman sehingga penanganannya akan lebih efektif. Sampai saat ini, penanganan karhutla di Kalsel cukup baik karena dukungan berbagai pihak, baik BNPB maupun TNI-Polri," ungkap Kepala BPBD Kalsel, Wahyudin Ujud.

Patroli kali ini melibatkan sejumlah pengurus Wahana Lingkungan Hidup Kalsel dan Pena Hijau Indonesia untuk melihat langsung kondisi karhutla dan operasi pemadaman. Dari udara, kerja Satgas Darat berjibaku di tengah kepungan asap kebakaran lahan gambut jelas terlihat.Sementara itu, di kejauhan helikopter water boombing juga tak berhenti memadamkan api dari udara.

Operasi pemadaman karhutla oleh Satgas Udara ini dimulai 22 Juli, sedangkan Satgas Darat yang dimotori Manggala Agni sudah bekerja sejak awal kemarau.

Patroli udara karhutla ini dibagi dua wilayah, yaitu wilayah selatan dan wilayah utara yang rawan terbakar. Wilayah utara terdiri atas Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan, dan Tabalong.

Di Kalsel, BNPB menerjunkan dua helikopter patroli, serta lima helikopter water boombing yang beroperasi setiap hari. Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Muhari, mengatakan, Satgas Udara sudah 7.795 kali melakukan water boombing. Total air yang ditumpahkan mencapai 28,8 juta liter.

"Jam terbang lima helikopter water boombing di wilayah udara Kalsel mencapai 745 jam dan akan terus berlangsung hingga karhutla teratasi," janjinya.

Sampai kemarin, dari 870 hektare lahan dan hutan yang terbakar dan sulit dijangkau Satgas Darat, 540 hektare di antaranya sudah dipadamkan Satgas Udara. Total kebakaran yang ditangani mencapai 4.577 hektare. (Denny Susanto/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More