Senin 23 September 2019, 18:00 WIB

Polda Babel Gelar Sayembara Pelaku Karhutla

Rendy Ferdiansyah | Nusantara
Polda Babel Gelar Sayembara Pelaku Karhutla

MI/(Rendy Ferdiansyah)
Tim satgas kekeringan Babel. Kualahan padamkan karhutla pada malam hari.

 

KONDISI kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Bangka Belitung (Babel) sudah mengkhawatirkan. Hal ini dikarenakan dampak asap karhutla sudah mengganggu warga.

Untuk itu, Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Bangka Belitung Brigadir Jenderal (Brigjen) Istiono menginstruksikan kepada seluruh jajaran polres untuk mengadakan sayembara. Sayembara, menurut Kapolda, diperuntukkan bagi masyarakat yang mengetahui pelaku karhutla dan selanjutnya akan mendapatkan hadiah.

"Kita siapkan hadiah, jika masyarakat tahu siapa pelaku pembakarannya, lapor, kita tangkap dan masyarakat akan kita berikan hadiah," kata Istiono usai menghadiri launcing Samsat Online Nasional dan Selalu Rindu pada HUT Polantas Ke-64 tahun di Mapolda Babel, Senin (23/9).

Kapolda menyebut kondisi karhutla yang terjadi di Babel sudah membuat masyarakat resah akibat asap yang ditimbulkan. Untuk itu tidak boleh didiamkan dan pelakunya harus segera ditindak.

"Jelas kita dan masyarakat sudah resah, ini harus kita tegas para pelakunya," ujar dia.

Baca juga: Di Tengah Karhutla, Gubernur Sumsel Berkegiatan di Malaysia

Selain sayembara, Ia pun akan memberikan reward kepada jajaran polres yang mampu menangkap para pelaku karhutla.

"Akan kita beri reward bagi yang bisa ungkap kasus karhutla ini," ungkap dia.

"Baru Polsek Bukit Intan Polres Pangkalpinang yang berhasil mengungkap kasus karthuta tersebut dengan dua tersangka," imbuhnya.

Sementara, Gubernur Provinsi Babel Erzaldi Rosman Djohan meminta kepolisian bertindak tegas menangkap para pelaku pembakar hutan karena sudah meresahkan warga.

"Selama 4 hari warga desa Tanjung Pura dan sekitarnya terpapar asap, hal ini disebabkan kebakaran lahan gambut di daerah tersebut, saya minta polisi segera mengambil tindakan," kata Erzaldi.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More