Senin 23 September 2019, 15:34 WIB

OJK Minta Masyarakat Cerdas Hadapi Perkembangan Fintech

Atalya Puspa | Ekonomi
OJK Minta Masyarakat Cerdas Hadapi Perkembangan Fintech

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) Wimboh Santoso (kiri) meninjau pameran Indonesia Fintech Summit

 

KETUA Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyatakan perkembangan financial technology (fintech) menuntut masyarakat untuk bersikap cerdas.

"Yang harus memiliki etika bukan hanya provider, tapi nasabah juga harus memenuhi etika. Kalau pinjam ya terukur, jangan pinjam 20 kali dalam semalam ke fintech berbeda. Jangan sampai tidak mampu membayar," kata Wimboh di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Senin (23/9).

Selain itu, Wimboh meminta masyarakat harus berhati-hati mengenai adanya potensi penyalahgunaan data pribadi oleh platform penyedia. Pasalnya, hingga saat ini, undang-undang perbankan masih belum mengatur mengenai proteksi perlindungan data pribadi milik nasabah fintech.

"Sekarang, penyalahgunaan data nasabah asuransi, data nasabah pasar modal dan dat- data pajak, itu melanggar UUD Perbankan dan pidana kalau dishare. Kalau di luar itu UUD-nya belum ada. Kita harapkan UUD itu ada agar data individu nasabah bisa segera diproteksi," tuturnya.

Baca juga: Otoritas Jasa Keuangan Gelar Fintech Days di Samarinda

Hingga saat ini, untuk melindungi provider dan customer fintech di tengah perkembangannya yang pesat, pihaknya melakukan berbagai upaya. Salah satunya yakni membentuk asosiasi fintech Indonesia (Aftech) untuk mengontrol perkembangan fintech di Indonesia.

"Asosiasi itu tugasnya membuat kode etik penyelenggara fintech agar tetap dalam koridor tidak boleh jual beli data, tidak boleh nenagih dengan semena-mena, suku bunganya tidak boleh mahal, ini semua sudah dituangkan dalam kode etik yang disepakati oleh seluruh penyedia platform fintech," ungkapnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More