Senin 23 September 2019, 10:06 WIB

Akibat Jenuh, Warga Pekanbaru Nongkrong Di Tengah Kabut Asap

Rudi Kurniawansyah | Nusantara
Akibat Jenuh, Warga Pekanbaru Nongkrong Di Tengah Kabut Asap

MI/Rudi Kurniawansyah
Warga Pekanbaru ramai-ramai nongkrong di kafe tanpa masker di tengah kabut asap pekat, Minggu (22/9).

 

KONDISI kabut asap pekat karhutla dengan level di atas 800 ugram PM10 atau berbahaya direspons santai warga Kota Pekanbaru, Riau, Minggu (22/9). Bahkan sebagian warga kota bertuah yang sudah langganan dikepung asap karhutla selama 22 tahun terakhir, seperti cuek bebek nongkrong di cafe-cafe, tempat hiburan, dan pusat keramaian terbuka meski situasi asap yang parah, gelap, dan mencekam.

Berdasarkan pantauan Media Indonesia, lumpuhnya aktivitas pendidikan selama dua pekan terakhir dan terganggunya penerbangan akibat kabut asap tidak membuat warga kota untuk takut ke luar rumah. Mereka justru dengan santai nongkrong tanpa memakai masker di pusat keramaian. Seperti di warung Bandrek 46 yang diramaikan oleh warga dari berbagai kalangan dan ragam usia. Kemudian ruang terbuka hijau taman kota putri kaca mayang, ruang terbuka hijau tugu integritas, kompleks stadion utama, purna MTQ, dan cafe-cafe kedai kopi muda mudi.

"Ini karena jenuh berkurung di rumah. Awalnya seminggu malas keluar. Tapi kan ini sudah lama udara berbahaya, kami juga ingin menikmati hidup di luar walau sesak di dada dengan bau kabut asap ini," kata Wilson, warga Kota Pekanbaru yang turut membawa serta keluar dan dua anak kecilnya.

Berbeda dengan Fitria yang mengaku diajak teman-temannya untuk berkumpul. Meski dengan keadaan kabut asap, mahasiswi salah universitas di Riau itu memilih untuk ikut berkumpul untuk bertemu sahabatnya.

baca juga: Ratusan Orang Duduki Kampus Universitas Cendrawasih

"Mau bagaimana lagi. Sudah terlanjur parah kondisinya. Kota ini seperti autopilot tak ada pemimpin. Walikota Pekanbaru Firdaus pergi ke Kanada, sedangkan Gubernur Riau Syamsuar baru kembali dari Thailand," tukas Fitri.(OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More