Senin 23 September 2019, 03:40 WIB

Bank Bertransformasi Menuju Digitalisasi

ATALYA PUSPA | Ekonomi
Bank Bertransformasi Menuju Digitalisasi

MI/AGUS MULYAWAN
Pada 2025 Bank Indonesia mengharapkan semua bank sudah melakukan digitalisasi perbankan untuk tiap layanannya.

 

PERSAINGAN yang makin ketat di industri perbankan seiring dengan keha-diran perusahaan financial technology (fintech) membuat bank harus melakukan transformasi menuju tren perbankan masa depan atau future banking.

Gubenur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo pernah mengatakan langkah cepat dan adaptif industri perbankan nasional harus dilakukan karena dewasa ini perilaku bertransaksi masyarakat juga sudah bergeser dari konvensional menuju digitalisasi. Apalagi perkembangan digitalisasi semakin masif seiring dengan pengguna smartphone yang kian banyak.

Berdasarkan catatan OJK, pada akhir 2018 sedikitnya ada 80 bank dari 114 bank di Indonesia yang mencoba memberikan layanan digital banking untuk nasabah mereka. Karena itu, OJK menyarankan agar bank dalam negeri bisa meniru Singapura dan Hong Kong yang sudah banyak menjalankan digital banking.

Transformasi juga dilakukan Permata Bank. Anak perusahaan PT Astra International Tbk itu terus melakukan pernyempurnaan pada layanan digital banking-nya, seperti penambahan fitur dalam website dan aplikasi digitalnya, Permata App.

Direktur in-charge Astra Finance, Suparno Djasmin, mengungkapkan Permata Bank menambah banyak fitur dalam layanan digitalnya. Ini menjadikan layanan digital banking Permata Bank terbanyak di antara para pesaing.

"Bahkan, Permata Bank menyematkan fitur yang belum dipunyai bank lain, seperti pendeteksian suara (voice detection) dan face id," ujar Suparno Djasmin di Jakarta, akhir pekan lalu.

Pekan lalu, Permata Bank meresmikan digital branch di Menara Astra yang mengintegrasikan teknologi dan sumber daya manusia (SDM) melalui Model Branch.

"Kehadiran Model Branch ini bisa meningkatkan pelayanan yang lebih cepat dan baik lagi kepada para nasabah," ujar Suparno Djasmin.

Direktur Utama Permata Bank, Ridha DM Wirakusumah, mengatakan pembukaan Model Branch ini merupakan salah satu wujud dari digital roadmap Permata Bank.

Model Branch merupakan yang pertama di perbankan Indonesia, yang secara berkelanjutan akan menempatkan teknologi digital yang tepat dan sesuai bagi nasabah. "Dalam konteks ini, Permata Bank selalu memegang komitmennya melayani nasabah dengan prinsip simple, fast, and reliable dalam menghadirkan teknologi digital untuk menjawab kebutuhan perbankan masa kini," ujarnya.

Produktif dan efisien

Permata Bank mencatat terjadi peningkatan produktivitas dan kapasitas setelah menjalankan transformasi digital. Jika pada 2016 volume transaksi tercatat sebesar 157 juta kali, pada 2019 melonjak menjadi 288 juta kali atau naik sebesar 83%. Sebagian besar terjadi pada transaksi digital. Dua tahun lalu transaksi digital tercatat sebanyak 81, sedangkan tahun ini sudah meningkat menjadi 95%.

Direktur Teknologi dan Operasional Permata Bank, Abdy Salimin, menjelaskan kehadiran digital banking Permata Bank juga mendongkrak produktivitas unit transaksi.

Sejalan dengan itu, tuturnya, efisiensi transaksi juga menurun. Dua tahun lalu efisiensi transaksi tercatat sebesar Rp1.817 per transaksi, sedangkan tahun ini sudah turun ke kisaran Rp1.070 per transaksi atau berkurang 41%. (E-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More