Senin 23 September 2019, 02:20 WIB

Paham Samin Ajarkan Nilai-Nilai Kebaikan

Akhmad Safuan/N-3 | Nusantara
Paham Samin Ajarkan Nilai-Nilai Kebaikan

MI/Akhmad Safuan
Wakil Bupati Blora Arief Rohman (kanan) menerima sertifikat Samin sebagai Warisan Budaya.

 

KEARIFAN lokal Sedulur Sikep (Samin), tahun lalu, telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya tak Benda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Masyarakat di Klopoduwur, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dikenal sebagai penganut ajaran Saminisme yang diperkenalkan Samin Surosentiko (Raden Kohar).

Hal itu sekaligus menjadikan Klopoduwur sebagai pusat Saminisme. Setelah mendalami lebih jauh, Saminisme terbilang menarik.

Kearifan lokal itu pada dasarnya merupakan sebuah ajaran berbudi luhur. Raden Kohar yang lahir di Desa Pliso Kadhiren, Kecamatan Randublatung, Blora, pada 1859, mengenalkan ajaran berbudi luhur itu lewat sikap hidup pribadi, sosial, hingga dalam hal membentuk keluarga besar.

Karena sarat akan nilai-nilai kebaikan, Saminisme kemudian berkembang ke beberapa daerah lainnya, seperti Blora, Bojonegoro, Pati, dan Kudus.

Di sisi lain, sejarah panjang kaum Samin telah banyak menjadi sororan karena hingga tahun 70-an mereka hidup dalam pengisolasian diri di beberapa daerah tersebut.

Para penganut ajaran Samin memilih menutup diri dari dunia luar. Hal itu tidak lepas dari situasi saat itu, yakni kelompok Samin tidak pernah mau berkompromi dengan penjajah.

Para pengikutnya memegang teguh budaya Saminisme. Mereka pun berdiam dalam keterisolasian di kampung dalam kawasan hutan di daerah-daerah tersebut.

Berbudi luhur

Setelah pendiri, Samin meninggal di pengasingan di Padang pada 1914, kaum Samin tetap setia mempertahankan ajaran tersebut. Sehari-hari masyarakat Samin selalu tampil secara khas, yakni mengenakan pakaian serbahitam.

Kini secara perlahan mereka mulai membuka diri. Sebaliknya, ajaran luhur Saminisme juga kian dipahami oleh masyarakat di luar kelompok itu.

Bahkan, pemerintah telah menetapkan kearifan lokal itu sebagai kekayaan budaya bangsa dan diakui sebagai khazanah budaya yang patut dibanggakan.

Penganugerahan pengakuan terhadap Saminisme muncul, terutama karena Saminisme mengandung ajaran yang berbudi luhur tinggi.

"Beberapa hal yang diajarkan Saminisme ialah tidak boleh menyakiti sesama, saling menghargai dan menghormati sesama manusia, serta menjaga dan merawat alam sekitar," kata sesepuh Samin, Mbah Pramugi Prawiro Wijoyo saat berbincang dengan Media Indonesia.

Pengajaran luhur Samin lainnya ialah agama sebagai senjata atau pegangan hidup dan tidak boleh membeda-bedakan agama. (Akhmad Safuan/N-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More