Senin 23 September 2019, 01:40 WIB

Pemberdayaan Perempuan Majukan Kelautan

TESA OKTIANA SURBAKTI | Nusantara
Pemberdayaan Perempuan Majukan Kelautan

ANTARA FOTO/Joko Sulistyo
Mualim III KM Bukit Raya, Nunung Setiyana, berjaga saat kapal berlayar di perairan Natuna, Kepulauan Riau.

 

Dengan penguatan peran perempuan, diharapkan tidak terjadi dominasi gender dalam semua lini sektor kemaritiman.

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mendorong perempuan Indonesia untuk berkiprah di sektor kemaritiman. Peran aktif perempuan dapat mendukung target Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Hal itu diutarakan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Agus H. Purnomo dalam Kampanye Keselamatan Pelayaran dan peringatan Hari Maritim Dunia. Kegiatan itu berlangsung di Pelabuhan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat (20/9).

Kampanye Keselamatan Pelayaran dilaksanakan pada 18-20 September 2019. Tujuannya meningkatkan kesadaran terhadap keselamatan pelayaran sekaligus mendukung sektor pariwisata di wilayah NTT, khususnya Labuan Bajo.

Hari Maritim Dunia yang jatuh setiap 26 September kali ini mengangkat tema Empowering women in maritime community. Sebagai anggota dewan International Maritime Ogranization (IMO), Indonesia turut memperingati Hari Maritim Dunia dengan mengadakan sejumlah kegiatan yang dipelopori Women in Maritime (WIMA) Indonesia.

Rangkaian kegiatan kampanye di Labuan Bajo diawali dengan penyelenggaraan Simposium WIMA Indonesia. Acara tersebut diikuti puluhan media yang tergabung dalam Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub).

Ada pula Gerakan Anak Indonesia untuk mengedukasi 50 murid taman kanak-kanak (TK). Kegiatan yang digagas WIMA Indonesia ini menekankan urgensi keselamatan pelayaran.

Rangkaian kampanye diwarnai kegiatan mendongeng bertemakan Nenek moyangku orang pelaut. Para siswa TK diajak melakukan safari laut dengan menaiki KLM Tanaka, Sea Safari 7, dan Kirenia.

"Kegiatan kampanye diharapkan mengurangi pandangan bahwa dunia maritim identik dengan pekerja laki-laki. Sejatinya, perempuan juga dapat berperan penting di sektor kemaritiman. Peran perempuan harus ditingkatkan untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai poros maritim dunia," jelas Agus dalam keterangan resmi.

Promosi pekerjaan

Pemerintah Indonesia sudah lama mendukung kegiatan yang mengedepankan kesetaraan gender. Ini terbukti dari banyak perempuan yang menggeluti profesi sebagai pelaut di sejumlah kapal milik swasta maupun negara. Kursi kepemimpinan organisasi dan perusahaan di sektor maritim juga banyak ditempati kaum perempuan. Misalnya, Ketua Indonesian National Shipowners Association (INSA), beberapa Kepala UPT Ditjen Perhubungan Laut, dan jabatan strategis lain.

Saat ini, pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan peran perempuan di dunia maritim. Salah satunya pemberian kesempatan bekerja yang lebih besar kepada perempuan, termasuk berpartisipasi di kegiatan kemaritiman nasional dan internasional.

Selain itu, promosi pekerja perempuan untuk menduduki jabatan strategis berdasarkan kompetensi. Pemerintah juga meningkatkan kapasitas pekerja perempuan di sektor maritim, melalui program capacity building, termasuk menggandeng negara-negara sahabat. Dengan penguatan peran perempuan, diharapkan tidak terjadi dominasi gender dalam semua lini sektor kemaritiman.

Kampanye Keselamatan Pelayaran meliputi berbagai kegiatan, seperti uji petik kelaiklautan kapal wisata dan bimbingan teknis (bimtek) keselamatan pelayaran di beberapa lokasi, termasuk Aceh, Ternate, Makassar, dan Lombok. Ada juga penyerahan sertifikat pengukuran dan pendaftaran kapal pemilik kapal nelayan/tradisional. (S-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More