Senin 23 September 2019, 04:20 WIB

Vettel Bersinar di Singapura

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Olahraga
Vettel Bersinar di Singapura

(Photo by Mohd RASFAN / AFP
PEMBALAP Ferrari Sebastian Vettel

PEMBALAP Ferrari Sebastian Vettel akhirnya meraih podium pertamanya di GP Singapura, kemarin. Dia finis lebih dahulu dari rekan setimnya, Charles Leclerc, dan pembalap Red Bull, Max Verstappen. Sementara itu, kandidat kuat peraih gelar juara dunia musim ini, yakni Lewis Hamilton dari Mercedes, harus puas finis keempat.

Kemenangan di Marina Bay membuat Vettel kini menjadi pembalap yang paling banyak menyabet podium pertama di Singapura. Sebelumnya, dia dan Vettel sama-sama mencatatkan jumlah kemenangan yang sama di negera itu. Terakhir kali Vettel menjadi yang paling cepat finis di Singapura ialah pada 2015.

Namun, meski Ferrari mampu mengungguli Mercedes, Leclerc tidak begitu gembira. Bukan karena dirinya hanya bisa finis kedua, melainkan karena timnya dirasa tidak berlaku adil dengan menerapkan strategi yang membuatnya gagal jadi juara tiga kali berturut-turut sejak GP Belgia pada awal bulan ini.

"Sebenarnya sangat sulit bisa melepas gelar juara, tapi karena Ferrari menang, saya senang. Kami datang ke sini untuk menang dan di akhir bisa mendapatkannya. Sebenarnya sedikit kecewa dengan hasil di Singapura, tapi saya akan kembali dengan lebih kuat," kata Leclerc mengomentari hasil balapan.

Sementara itu, Vettel mengaku sangat senang bisa kembali merasakan jadi juara. Dia tidak mengomentari apa yang dirasakan Leclerc dan justru berterima kasih untuk kerja keras timnya yang sangat baik.

Butuh satu kemenangan

Dari Moto-GP, pembalap Honda Repsol Marc Marquez berhasil menjadi juara di GP Aragon, Spanyol, kemarin. Dia kini hanya butuh satu kemenangan lagi untuk memastikan diri menjadi juara dunia Moto-GP musim ini. Seusai finis pertama dengan catatan waktu 41 menit 57,221 detik di Aragon, Marquez wajib mengantongi 25 poin di GP Thailand jika benar-benar ingin meraih gelar juara dunianya yang keenam. Para rider Moto-GP akan bertolak ke 'Negeri Gajah Putih' pada pekan depan dan mulai balapan pada Minggu (6/10).

Situasi saat ini sudah menguntungkan Marquez karena di klasemen dia memiliki selisih poin yang cukup jauh dengan Andrea Dovizioso, pembalap Ducati. Hanya bisa finis kedua di Aragon, Dovizioso kini mengantongi 202 poin dan bertengger di urutan kedua klasemen. Sementara itu, Baby Alien, julukan Marquez, mencatatkan total 300 poin setelah juara di Aragon. Dovizioso harus menang di enam seri yang tersisa jika ingin menjegal Marquez. Namun, itu dengan catatan Marquez harus finis maksimal di urutan ke-11 hingga GP Valencia menutup Moto-GP musim ini.

Adapun Marquez mengatakan kemenangan di Aragon didapatnya karena dirinya yakin dengan strategi yang ada di kepalanya. "Saya menekan sejak awal, harus bisa mendapatkan selisih waktu 5 detik dan menjaga jarak," jelas Marquez yang juga sangat gembira bisa mengangkat trofi kemenangan di depan para pendukungnya.

Dovizioso, mengaku memang mengejar finis di urutan tiga besar. Apalagi, karena dari hasil kualifikasi, dia harus start dari urutan ke-10. "Kami bisa berjuang untuk bisa dapat podium. Saya memang tidak bisa start dari posisi yang bagus, tapi setelahnya bisa melaju kencang dan tidak membuat ban jadi aus," kata dia.

Finis di belakang Dovizioso ialah Jack Miller dari Pramac Racing. Miller berhasil menyalip pembalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales, yang kemudian finis di urutan keempat. Rekan Vinales, yakni Valentino Rossi, menyelesaikan balapan di urutan kedelapan. (BBC/R-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More