Minggu 22 September 2019, 23:30 WIB

Iran Usulkan Rencana Perdamaian Teluk

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Iran Usulkan Rencana Perdamaian Teluk

Iranian Presidency / AFP
Presiden Iran Hassan Rouhani.

 

PRESIDEN Iran Hassan Rouhani mengatakan negaranya akan mengusulkan rencana perdamaian kawasan Teluk pada Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Hal itu akan diimplementasikan dalam bentuk kerja sama regional.

Saat ini banyak pasukan asing yang hadir di kawasan Teluk. "Pasukan asing dapat menyebabkan masalah dan ketidakamanan untuk rakyat dan wilayah kita," kata dia pada Minggu (22/9).

Ia meminta agar pasukan asing di Teluk hengkang dan menjauh. "Kehadiran kalian selalu membawa rasa sakit dan kesengsaraan untuk wilayah ini. Semakin jauh kalian dari kawasan dan negara kami, semakin akan ada keamanan untuk wilayah kami," ujar Rouhani.

Dia mengungkapkan rencana perdamaian itu akan disuguhkan kepada PBB dalam beberapa hari mendatang. "Dalam momen bersejarah yang sensitif dan penting ini, kami mengumumkan kepada tetangga kami bahwa kami mengulurkan tangan persahabatan serta persaudaraan kepada mereka," katanya.

Tahun ini telah terjadi ketegangan yang terus-menerus antara AS dan Iran, menyusul pengunduran diri Presiden Donald Trump dari sebuah perjanjian yang bertujuan membatasi kegiatan nuklir Iran dengan imbalan pelonggaran sanksi.

Titik api terbaru disebabkan serangan pesawat nirawak dan rudal pada fasilitas minyak Saudi di Abqaiq dan Khurais pada 14 September lalu.

Rouhani berbicara pada peringatan dimulainya perang Iran-Irak 1980-1988 dan di samping serangkaian parade militer di Teheran dan kota-kota lain.

"Pasukan asing dapat menyebabkan masalah dan rasa tidak aman bagi rakyat kami dan wilayah kami," ujarnya dalam pidato yang disiarkan televisi.

Inisiatif perdamaian

Pemberontak Houthi di Yaman yang juga telah membuat inisiatif perdamaian, mengatakan, mereka akan mengakhiri semua serangan terhadap Saudi asalkan kerajaan dan sekutunya melakukan hal yang sama.

PBB menyambut baik proposal dari Houthi, kelompok pemberontak di Yaman yang didukung Iran, untuk mengakhiri semua serangan terhadap Arab Saudi sebagai bagian dari inisiatif perdamaian.

Utusan Khusus PBB untuk Yaman, Martin Griffiths, menyambut baik penghentian serangan dan seruan untuk solusi politik yang diumumkan Houthi. "Utusan khusus menekankan pentingnya memanfaatkan peluang ini dan bergerak maju dengan semua langkah yang diperlukan untuk mengurangi kekerasan, eskalasi militer, dan retorika yang tidak membantu," kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan dari kantornya.

Sementara itu, dalam pengumuman yang disiarkan televisi, Ketua Dewan Politik Tertinggi Houthi, Mahdi al-Mashat, mengatakan kelompoknya akan mengakhiri semua serangan terhadap Arab Saudi, asalkan kerajaan dan sekutunya melakukan hal yang sama.

"Kami berhak untuk membalas dan merespons jika tidak ada reaksi terhadap inisiatif kami," ujarnya.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir, mengatakan senjata yang digunakan dalam serangan itu ialah milik Iran. Pemerintah Saudi akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan setelah penyelidikan selesai.

"Kerajaan menyerukan kepada masyarakat internasional untuk memikul tanggung jawab dalam mengutuk mereka yang mendukung tindakan ini," ujarnya. (AFP/BBC/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More