Minggu 22 September 2019, 15:10 WIB

Presiden Iran Peringatkan Pasukan Asing Keluar dari Teluk

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Presiden Iran Peringatkan Pasukan Asing Keluar dari Teluk

AFP
Presiden Iran Hassan Rouhani (tengah) bersama Menhan Iran Amir Hatami (kanan), Penglima Milter Iran Mayjen M Abdolrahim Mousavi (kiri).

 

PRESIDEN Iran Hassan Rouhani memperingatkan pasukan asing mengancam keamanan Teluk, setelah Amerika Serikat (AS) mengatakan pihak mereka mengerahkan pasukan ke wilayah tersebut.

Rouhani mengatakan pasukan asing selalu membawa ‘penderitaan dan kesengsaraan’ dan tidak boleh digunakan dalam sebuah ‘perlombaan senjata’.

AS mengirim lebih banyak pasukan ke Arab Saudi setelah serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi, kedua negara menyalahkan Iran.

Rouhani juga mengatakan Iran akan menghadirkan inisiatif perdamaian Teluk baru di PBB dalam beberapa hari mendatang.

Tahun ini telah terjadi ketegangan yang terus-menerus antara AS dan Iran, menyusul pengunduran diri Presiden Donald Trump dari sebuah perjanjian yang bertujuan membatasi kegiatan nuklir Iran dengan imbalan pelonggaran sanksi.

Titik api terbaru disebabkan oleh serangan pesawat nirawak dan rudal pada fasilitas minyak Saudi di Abqaiq dan Khurais pada 14 September lalu.

Rouhani berbicara pada peringatan dimulainya perang Iran-Irak 1980-1988, dan di samping serangkaian parade militer di Teheran dan kota-kota lain.

"Pasukan asing dapat menyebabkan masalah dan rasa tidak aman bagi rakyat kami dan bagi wilayah kami," ujarnya dalam pidato yang disiarkan televisi.

Dia menyebut pengerahan pasukan asing seperti di masa lalu sebagai ‘bencana’ dan menyuruh mereka untuk ‘menjauh’.

"Jika mereka tulus, maka mereka seharusnya tidak menjadikan kawasan kami sebagai tempat perlombaan senjata ... Semakin jauh kalian menjauhkan diri kalian dari wilayah kami dan negara-negara kami, semakin akan ada keamanan."

Rouhani mengatakan Iran siap untuk melepaskan kesalahan masa lalu yang dilakukan oleh para tetangga regional.

"Dalam momen bersejarah yang sensitif dan penting ini, kami mengumumkan kepada tetangga kami, bahwa kami mengulurkan tangan persahabatan dan persaudaraan kepada mereka," ujarnya.

Pemberontak Houthi di Yaman juga telah membuat inisiatif perdamaian, mengatakan mereka akan mengakhiri semua serangan terhadap Saudi asalkan kerajaan dan sekutunya melakukan hal yang sama. (AFP/BBC/OL-09)

Baca Juga

AFP/Kirill Kudryavtsev

Kasus Covid-19 Turun, Moskow Longgarkan Lockdown

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 01 Juni 2020, 15:57 WIB
Setelah sembilan pekan di rumah, warga Moskow dapat kembali beraktivitas di luar. Namun, pemerintah setempat tetap memberlakukan sejumlah...
AFP

Dahsyat! Kasus Covid-19 di Iran Lampaui Angka 150.000

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Senin 01 Juni 2020, 15:48 WIB
Juru bicara Kementerian Kianoush Jahanpour mengatakan 2.516 kasus baru dikonfirmasi di seluruh negeri dalam 24 jam terakhir, sehingga total...
AFP/Kazuhiro Nogi

Jepang Pertimbangkan Izin Masuk Bagi Warga Asing

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 01 Juni 2020, 15:11 WIB
Rencananya, warga asing yang diperbolehkan masuk berasal dari negara dengan kasus covid-19 rendah, yakni Thailand, Vietnam, Australia dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya