Minggu 22 September 2019, 12:30 WIB

KTT Iklim Pemuda PBB Tuntut Aksi Nyata Perubahan Iklim

melalusa Sushtira Khalida | Internasional
KTT Iklim Pemuda PBB Tuntut Aksi Nyata Perubahan Iklim

Johannes Eiselle
KTT klim Pemuda di markas PBB

 

SEHARI setelah demonstrasi global terkait perubahan iklim mengguncang kota-kota di seluruh dunia, kali ini para pemimpin pemuda berkumpul di markas besar PBB di New York, Amerika Serikat, untuk menuntut tindakan radikal terhadap perubahan iklim pada Sabtu (21/9).

PBB mengundang 500 aktivis dan pengusaha muda untuk ambil bagian dalam KTT Iklim Pemuda 2019. Di antara yang hadir adalah aktivis Swedia berusia 16 tahun, Greta Thunberg, yang menjadi inisiator gerakan pemogokan iklim dengan melakukan protes seorang diri di depan parlemen negaranya.

"Kami menunjukkan bahwa kami bersatu, dan anak-anak muda tidak dapat dihentikan," ujar Thunberg.

Aktivis berusia 19 tahun lainnya, Bruno Rodriguez, yang memimpin pemogokan sekolah di negaranya Argentina, memperingatkan bahwa krisis iklim dan ekologi adalah krisis politik, ekonomi, dan budaya di zaman ini.

"Sering kali kami mendengar bahwa generasi kami akan menjadi yang bertanggung jawab menangani masalah yang telah diciptakan para pemimpin saat ini, dan kami tidak akan menunggu secara pasif untuk menjadi masa depan itu, sekarang lah waktunya bagi kami untuk menjadi pemimpin," terang Rodriguez, yang disaksikan oleh Sekjen PBB Antonio Guterress selaku pendengar utama dalam pertemuan tersebut.

Baca juga : Demonstrasi Perubahan Iklim Diikuti Jutaan Orang

KTT Iklim Pemuda berlangsung beberapa hari sebelum KTT aksi iklim yang dijadwalkan dimulai pada Senin (23/9)..Guterres akan mendesak para pemimpin dunia untuk meningkatkan komitmen mereka dalam mengurangi emisi gas rumah kaca, seba­gaimana yang dibuat dalam kesepakatan iklim Paris 2015 untuk ikut mengatasi pemanasan global dengan cara yang bijaksa­na.

Pada Jumat (20/9) lalu, kelompok anak-anak muda melakukan mogok sekolah untuk bergabung dengan pemogokan global yang menurut Thunberg hanyalah permulaan dari gerakan tersebut.

Sekitar empat juta orang diperkirikan memenuhi jalan-jalan kota di seluruh dunia dalam aksi yang disebut sebagai demonstrasi terbesar yang pernah ada melawan ancaman kenaikan suhu Bumi.

Organisasi penyelenggara aksi pemogokan, 350.org, mengatakan demonstrasi Jumat lalu merupakan awal dari 5.800 protes di 163 negara yang akan dilangsungkan selama minggu depan.

Demonstrasi nantinya akan bertepatan dengan laporan penting PBB yang akan mengumumkan terkait polusi dan pemanasan global yang merusak lautan Bumi dan wilayah kutub pada pekan depan.

Terkait hal tersebut, Guterres memberikan catatan yang lebih optimistis dengan mengatakan kepada para pemimpin muda bahwa ada perubahan momentum menyangkut persoalan perubahan iklim.

"Momentum yang berubah ini adalah karena inisiatif Anda dan keberanian Anda memulai gerakan ini," kata Guterres, Sabtu (21/9).

"Pegang akuntabilitas generasi saya. Generasi saya sebagian besar telah gagal hingga sekarang untuk menjaga keadilan di dunia dan planet ini," tambahnya.

Berdasarkan laporan Aljazeera, Guterres berharap untuk mengandalkan "people power" yang tampak pada Jumat lalu yang dipimpin oleh aktivis muda guna memicu aksi global terkait perubahan iklim. (aljazeera/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More