Minggu 22 September 2019, 07:50 WIB

Menteri Harus Punya Rekam Jejak yang Baik

Putri Anisa Yuliani | Politik dan Hukum
Menteri Harus Punya Rekam Jejak yang Baik

MI/MOHAMAD IRFAN
Peneliti ICW Agus Sunaryanto

 

PENGAWASAN pemerintah terhadap penyelenggara negara dinilai masih lemah. Akibatnya, kata peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Agus Sunaryanto, para elite yang menduduki jabatan di birokrasi mudah terjerat korupsi. “Pengawas internal pemerintah gagal mendeteksi potensi korupsi. Akhirnya KPK yang turun tangan,” katanya di Jakarta, kemarin.

Sebagaimana diketahui, korupsi ­lagi-lagi menerpa penyelenggara negara di lingkup Kementerian Pemuda Olahraga. Kali ini dugaan korupsi yang ­menimpa mantan Menteri Pemuda Olah Raga Imam Nahrawi. Politikus PKB itu didakwa ­terlibat menerima suap dalam kasus dugaan korupsi penyaluran dana hibah pada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Imam diduga menerima Rp14,7 miliar selama rentang 2014-2018.

Lebih lanjut, Agus mengatakan korupsi yang dilakukan penyelenggara negara seolah tak ada habisnya itu disebabkan kurangnya integritas.

Untuk itu, menurutnya, bukan hanya menteri, melainkan seluruh penyelenggara negara harus memiliki integritas yang tinggi, termasuk juga calon-calon menteri yang nantinya dipilih Presiden Joko Widodo. “Pada prinsipnya semua calon menteri harus memiliki integritas, rekam jejak, dan kompetensi yang baik,” katanya.

Ia pun memprediksi, jika integritas para menteri dan penyelenggara negara rendah, di masa mendatang pun korupsi akan terus merajalela terlebih ketika KPK sudah tidak lagi sekuat sebelumnya.

“Jadi, rasanya pemberantasan korupsi akan kembali suram seperti sebelum ada KPK,” ungkapnya.

Imam bukanlah menpora pertama yang terjerat korupsi. Sebelumnya pada 2014, KPK juga menjerat Mantan Menpora Andi Alfian Mallarangeng yang didakwa memperkaya diri sendiri sebesar Rp4 ­miliar dan US$550 ribu dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Bukit ­Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Dari korupsi itu, Andi Mallarangeng divonis empat tahun ­penjara. Korupsi itu tidak hanya menjerat Andi, tetapi juga adiknya, yakni Choel Mallarangeng.

Tim Riset MI

 

Tidak transparan

Hal senada dikatakan pengamat ­olahraga dari Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB) Tommy ­Apriantono. Ia mengatakan perilaku korup di dalam tubuh Kemenpora bisa dimulai dari pengetatan sistem pengawasan. Menurutnya, korupsi yang berulang di Kemenpora disebabkan sistem pengawasan yang lemah sehingga dapat dimanfaatkan banyak pihak.

“Ini bukan karena orangnya semata, tetapi juga karena sistem pengawasannya lemah,” kata Tommy.

Menurutnya, praktik  korupsi yang diduga melibatkan Menpora Imam Nahrawi disebabkan oleh sistem pemberian dana hibah yang tidak transparan.

“Hal ini bisa diduga. Dana hibah itu memang rentan karena pihak yang menyetujui hanya yang memberikan. Jadi, si pemberi punya posisi tawar yang tinggi. “Saya dapat berapa kalau kasih segini?” ujarnya. (P-4)

Baca Juga

MI/Ramdani

Muhammadiyah Ingatkan Presiden Jokowi Perbaiki Komunikasi Politik

👤Nur Azizah 🕔Selasa 02 Juni 2020, 20:53 WIB
Menurut Muti, masukan itu karena pernyataan pembantu presiden yang kerap tidak...
Ilustrasi

Lagi, Tujuh Pejabat KONI Sebagai Saksi Terkait Korupsi Dana

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 02 Juni 2020, 20:33 WIB
Tujuh pejabat dan staf KONI pusat diperiksa Kejaksaan Agung RI (Kejagung) sebagai saksi kasus korupsi bantuan dana pemerintah atau hibah,...
MI/Fransisco Carollio

Polisi Buru Pemilik Akun Penyebar Video Porno Mirip Syahrini

👤Tri Subarkah 🕔Selasa 02 Juni 2020, 20:22 WIB
Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya masih memburu pemilik akun Instagram @rumpi.manja.official terkait kasus penyebaran...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya