Minggu 22 September 2019, 07:40 WIB

Trump Kirim Pasukan ke Kawasan Teluk

Melalusa Susthira K | Internasional
Trump Kirim Pasukan ke Kawasan Teluk

AFP/Zakaria ABDELKAFI
Menteri Pertahanan AS Mark Esper

 

HANYA selang beberapa jam setelah menjatuhkan sanksi baru untuk Iran, Trump menyetujui mengirimkan pasukan militer AS ke kawasan Teluk.

Langkah itu diambil Trump sebagai respons atas penyerangan fasilitas minyak milik Arab Saudi, Saudi Aramco, yang diduga dilancarkan oleh Iran.

Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengatakan pengiriman bantuan pasukan militer AS atas permintaan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. “Presiden telah ­menyetujui penempatan pasukan AS, yang akan bersifat defensif, dan terutama berfokus pada pertahanan udara dan rudal.”

Kepala Staf Gabungan Joe Dunford mengatakan penempat­an pasukan militer itu dikategorikan sebagai moderat dengan jumlah pasukan yang tidak mencapai ribuan.

Sebelumnya, Trump mengumumkan sanksi baru untuk Iran yang disebutnya sebagai sanksi terkeras yang pernah dijatuhkan AS terhadap negara lain. Namun, Trump menegaskan dirinya tidak berencana menjalankan serangan militer sembari mengecam mereka yang menuding dirinya berencana menggelar perang dengan Iran.

“Kami telah menjatuhkan sanksi terhadap bank nasional Iran. Ini ialah sanksi tertinggi yang pernah dijatuhkan kepada sebuah negara,” ujar Trump di Oval Office.

Departemen Keuangan AS memperbarui sanksi mereka terhadap bank sentral Iran setelah pejabat AS menuding Iran yang menjadi dalang penyerangan fasilitas minyak Arab Saudi pada pekan lalu.

Sanksi baru yang diterapkan Jumat lalu dijatuhkan dengan alasan tambahan, yakni terorisme.­ Departemen Keuangan mengatakan bahwa bank sentral Iran telah memberikan miliaran dolar kepada dua kelompok yang masuk daftar hitam AS.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan sanksi baru itu berarti AS menghalangi akses rakyat Iran ke makanan dan obat-obatan. Ini menunjukkan bahwa AS berada dalam keputusasaan dan kebijakan tekanan maksimum telah mencapai akhirnya.

Komandan Pengawal Revolusi Iran memperingatkan negara mana pun yang menyerang republik Islam akan melihat wilayahnya menjadi medan perang utama. Mayjen Hossein Salami mengatakan Iran siap untuk semua jenis skenario menyusul laporan Washington mempertimbangkan opsi ­militer. “Siapa pun yang ingin tanah mereka menjadi medan perang utama, silakan,” kata Salami.

Sementara itu, pemberontak Houthi di Yaman mengumumkan mereka akan menghentikan seluruh serangan ke Arab Saudi sebagai bagian inisiatif perdamaian untuk mengakhiri konflik di Yaman lima tahun setelah kelompok itu merebut ibu kota Sanaa. (AFP/Uca/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More