Sabtu 21 September 2019, 21:37 WIB

Seruan Cinta Damai dari Flashmob di Losari

Antara | Nusantara
Seruan Cinta Damai dari Flashmob di Losari

Antara/ ABRIAWAN ABHE
Sejumlah peserta menampilkan tari tradisional

 

PEJABAT (Pj) Wali Kota Makassar M Iqbal Samad Suhaeb menyerukan agar masyarakat selalu menjaga rasa cinta damai meski berbeda
suku agama dan ras demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)  
"Mari kita serukan dari Makassar bahwa kita cinta damai. Mencintai kedamaian Indonesia dari berbagai suku dan agama menjadi
satu," ucapnya saat menghadiri acara flashmob (tarian massal) yang diadakan Komunitas Indonesia Pa'rasanganta di Anjungan Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (21/9).

Flashmob bertemakan "Seberapa Indonesianya Kamu" diikuti oleh lintas agama yang ada di Makassar yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Khonghucu.

Ia menambahkan, adanya kegiatan flashmob "Seberapa Indonesianya Kamu" yang dihadiri berbagai komunitas dan lintas agama di Kota Makassar dapat memberikan rasa damai dan saling mencintai antara sesama.

Sementara Ketua Panitia Pelaksana Lucia Palulungan menjelaskan, kegiatan ini mengajak seluruh elemen masyarakat dari berbagai organisasi, individu, dan lintas agama menggugah seberapa Indonesianya kita dengan ikut terlibat di dalamnya.

Menurutnya, tujuan flashmob ini adalah membudayakan kembali budaya Indonesia dalam bentuk tarian untuk menunjukkan kebersamaan dan keanekaragaman Nusantara

"Sengaja kita tampilkan tari Pakarena karena tari ini menggambarkan bidadari atau Tomanurung yang turun ke bumi dengan berbagai gerakannya menggambarkan dan mengajarkan berbagai bentuk kehidupan bermasyarakat," jelasnya.

Tarian Pakarena diikuti lebih dari dua ribu orang peserta. Hadir pula anggota DPRD Makassar Andi Ina Kartika, Andi Rachmatika Dewi, dan Mario David. Hadir pula Indira Mulyasari, Yongris, Bawaslu dan KPU Kota Makasar, para camat, lurah serta jajaran SKPD Pemkot Makassar. (OL-8)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More